• Jum'at, 01/05/2026
Telah dibuka Grace Cafe dan Resto di Jalan Kemang X Jakarta Selatan Toko Obat Mutiara Sakti, ITC Permata Hijau Jakarta Selatan

PBB Soroti Lonjakan Aktivitas Militer Korea Utara, Risiko Nuklir Kian Meningkat

- Jum'at, 01/05/2026
 PBB Soroti Lonjakan Aktivitas Militer Korea Utara, Risiko Nuklir Kian Meningkat
Wakil Sekretaris Jenderal Urusan Politik dan Pembangunan Perdamaian PBB

New York – Wakil Sekretaris Jenderal Urusan Politik dan Pembangunan Perdamaian PBB, Rosemary DiCarlo, menyampaikan kekhawatiran serius atas peningkatan program militer dan nuklir Korea Utaradalam sidang Dewan Keamanan PBB.

Dalam paparannya, DiCarlo mengungkapkan bahwa tahun ini menandai dimulainya rencana pembangunan militer lima tahun Korea Utara periode 2026–2030. Rencana tersebut mencakup pengembangan persenjataan baru, termasuk sistem peluncur rudal balistik antarbenua (ICBM) dari darat maupun bawah laut.

Sepanjang 2025 hingga awal 2026, Korea Utara terus melakukan berbagai uji coba senjata, mulai dari rudal balistik jarak pendek, sistem roket peluncur ganda, rudal jelajah strategis jarak jauh, hingga rudal anti-kapal. Dalam satu bulan terakhir, negara tersebut juga dilaporkan menguji rudal dengan hulu ledak yang diklaim sebagai bom klaster dan ranjau fragmentasi.

Kekhawatiran semakin meningkat setelah Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasionalmelaporkan adanya peningkatan signifikan kapasitas produksi bahan fisil di fasilitas nuklir Yongbyon. Hal ini dinilai sebagai indikasi percepatan program nuklir Korea Utara.

Pernyataan resmi dari pemimpin Korea Utara juga menegaskan komitmen untuk terus mengembangkan kemampuan nuklir dan rudal balistik melalui modernisasi dan diversifikasi sistem peluncuran.

DiCarlo menegaskan bahwa aktivitas tersebut melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB dan mengancam rezim pelucutan senjata global, termasuk Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir. PBB kembali mendesak Korea Utara untuk mematuhi kewajiban internasional, termasuk pengawasan IAEA serta menandatangani Traktat Pelarangan Uji Coba Nuklir Komprehensif.

Situasi keamanan di Semenanjung Korea pun disebut semakin tegang, ditandai dengan meningkatnya aktivitas militer dan minimnya dialog antar pihak terkait. Risiko kesalahan perhitungan dinilai semakin besar di tengah kondisi tersebut.

“Dialog dan diplomasi tetap menjadi satu-satunya jalan untuk menurunkan ketegangan dan mencapai denuklirisasi yang lengkap dan dapat diverifikasi di Semenanjung Korea,” ujar DiCarlo.

Sidang kemudian dilanjutkan dengan memberikan kesempatan kepada James Byrne untuk menyampaikan pandangannya.

Tags

Artikel Terkait

Terkini