• Jum'at, 01/05/2026
Telah dibuka Grace Cafe dan Resto di Jalan Kemang X Jakarta Selatan Toko Obat Mutiara Sakti, ITC Permata Hijau Jakarta Selatan

Abio Salsinha Beradu Akting dengan Keicha Morais di Film “My Name is Manuela”, Angkat Mimpi Anak Muda Timor Leste

- Jum'at, 01/05/2026
Abio Salsinha Beradu Akting dengan Keicha Morais di Film “My Name is Manuela”, Angkat Mimpi Anak Muda Timor Leste
Abio Salsinha Bersama Pemeran Film My Name Is Manuela

Dili – Industri film di Timor Leste mulai menunjukkan geliat baru melalui produksi film My Name is Manuela. Selama ini, karya visual dari masyarakat Timor Leste memang lebih banyak beredar di platform digital seperti YouTube dan media sosial. Namun, proyek film ini hadir sebagai langkah lebih serius menuju produksi layar lebar.

Dorongan kuat datang dari musisi sekaligus aktor Abio Salsinha yang mendukung anak-anak muda untuk berkarya dan memajukan industri kreatif di negaranya. Bahkan, dukungan juga disebut datang dari Perdana Menteri Xanana Gusmão, yang memberikan semangat bagi berkembangnya perfilman nasional.

Proses produksi My Name is Manuela menghadirkan kolaborasi erat antara talenta lokal Timor Leste dan tenaga profesional dari Indonesia. Salah satu sorotan utama adalah aktris muda Keicha Moraisyang memerankan tokoh utama Manuela, beradu akting dengan Abio Salsinha.

Dalam cerita, Manuela digambarkan sebagai gadis yang berjuang mengejar mimpi menjadi model, meski mendapat penolakan dari orang tua yang menginginkan dirinya menjadi dokter. Konflik ini menjadi inti cerita yang emosional sekaligus inspiratif.

Meski memiliki kesibukan di pemerintahan, Abio tetap meluangkan waktu untuk terlibat dalam film ini. Ia menilai keterlibatannya sebagai bentuk dukungan nyata terhadap perkembangan industri kreatif dan generasi muda Timor Leste.

Film ini disutradarai oleh Yohanes Gatot Subroto, dengan  Theresa Tilman  Alves sebagai executive producer. Produksi juga didukung oleh Evy Indriani dari AG Pictures, serta penulis skenario Tommy.

Film ini melibatkan lebih dari 20 pemeran lokal, dengan karakter utama seperti Manuela, Mateo,  Keicha Morais dan Robert, serta sejumlah tokoh pendukung lainnya.

Menurut Theresa, ide  cerita film ini berangkat dari pengalaman pribadinya selama lebih dari 10 tahun mengelola agency model. Ia melihat banyak anak muda berbakat yang belum mampu memaksimalkan peluang yang ada.

“Awalnya saya tidak punya rencana membuat film, bahkan tidak punya dana. Tapi semua berjalan begitu saja. Saya percaya ini karena kuasa Tuhan,” ujarnya.

Sementara itu, Abio menegaskan pentingnya film ini sebagai motivasi bagi generasi muda. “Anak-anak muda di Timor Leste punya talenta besar, tapi dukungan masih minim. Film ini bisa jadi awal untuk membuka jalan,” katanya.

Ia juga mengapresiasi semangat para pemain yang tetap bekerja keras selama proses syuting panjang dari pagi hingga dini hari.

My Name is Manuela tidak hanya menghadirkan drama keluarga, tetapi juga membawa pesan kuat agar anak muda berani menjadi diri sendiri dan memperjuangkan cita-cita. Film ini diharapkan menjadi titik awal kebangkitan industri film lokal serta membuka peluang lebih luas bagi talenta Timor Leste, termasuk di tingkat regional seperti ASEAN.

Tags

Artikel Terkait

Terkini