Pembalap muda Isack Hadjar mengungkapkan ambisinya untuk bersinar bersama Red Bull Racingsetelah menapaki perjalanan panjang dari dunia karting hingga mencapai panggung tertinggi Formula One.
Dalam wawancara eksklusif di markas tim di Milton Keynes, Hadjar menceritakan awal kecintaannya pada dunia balap yang sudah muncul sejak usia dua tahun. Ia mengingat momen masa kecil saat menonton karakter Lightning McQueen, yang secara tidak langsung menumbuhkan ketertarikannya terhadap mobil dan kecepatan.
“Awalnya bukan tentang Formula 1, tapi lebih ke kecintaan pada mobil dan kecepatan. Dari situ semuanya berkembang,” ujarnya.
Perjalanan Hadjar menuju Formula 1 tidaklah mudah. Ia harus menyeimbangkan pendidikan dengan karier balap sejak usia muda. Tekanan besar sudah menjadi bagian hidupnya sejak di karting, sesuatu yang justru membentuk mentalnya hingga kini.
“Tekanan terbesar datang dari diri sendiri. Standar saya lebih tinggi dari apa yang orang lain tuntut,” kata Hadjar.
Kariernya mulai menemukan arah jelas setelah bergabung dengan program junior Red Bull. Momen penting terjadi saat ia meraih kemenangan di Monaco pada ajang Formula junior, yang langsung membawanya ke pertemuan dengan penasihat Red Bull dan berujung kontrak profesional.
Kini, berada satu tim dengan juara dunia Max Verstappen, Hadjar menyadari besarnya tantangan. Ia menilai perbedaan performa antar rekan setim di Red Bull kerap menjadi sorotan, namun tetap percaya diri dengan kemampuannya.
“Kalau saya yakin saya bagus, maka saya memang bagus. Itu saja,” tegasnya.
Hadjar juga menilai adaptasinya berjalan cukup mulus berkat pengalaman sebelumnya di tim junior Red Bull. Ia mengaku sudah mengenal banyak insinyur dan sistem kerja tim, sehingga transisinya ke tim utama tidak terlalu sulit.
Menghadapi musim yang sedang berjalan, Hadjar optimistis bisa berkembang lebih jauh. Ia melihat musim ini sebagai awal proyek besar bersama Red Bull, terutama dalam pengembangan mobil untuk masa depan.
“Sangat menarik karena ini pertama kalinya saya benar-benar terlibat dalam proyek besar bersama tim utama,” katanya.
Dengan fondasi kuat, mental baja, dan dukungan tim papan atas, Isack Hadjar kini menjadi salah satu talenta muda yang patut diperhitungkan di Formula 1.
Artikel Terkait
Majelis Hakim PN Jakarta Pusat Tolak Pembelaan Ammar Zoni Cs, Unsur Permufakatan Jahat Terbukti
Lila Nikole Rayakan 15 Tahun Berkarya di Miami Swim Week dengan Koleksi Bikini Spektakuler
Gemerlap dan Sisi Kelam: Menelusuri Kehidupan Malam di Manchester dan Liverpool
Maura Higgins dan Ciara Miller Resmi Gabung “Dancing With the Stars” Musim 35