• Minggu, 19/04/2026
Sidang Ammar Zoni akan kembali digelar pada Kamis, 23 April 2026, dengan agenda pembacaan putusan. Telah dibuka Grace Cafe dan Resto di Jalan Kemang X Jakarta Selatan Toko Obat Mutiara Sakti, ITC Permata Hijau Jakarta Selatan

Member JKT48 Angkat Isu Sosial Lewat Lagu Kritik Budaya Anonim dan Hoaks

- Minggu, 19/04/2026
Member JKT48 Angkat Isu Sosial Lewat Lagu Kritik Budaya Anonim dan Hoaks
Member JKT48 Angkat Isu Sosial

Grup idola Tanah Air, JKT48, kembali mencuri perhatian lewat materi lagu yang mengangkat realitas keras kehidupan digital masa kini. Lirik yang beredar di kalangan penggemar menampilkan pesan kuat tentang maraknya budaya hujatan, penyebaran hoaks, hingga fenomena anonim di media sosial.

Lagu ini dibawakan oleh jajaran member dalam formasi Team Dream, yang terdiri dari Adeline Wijaya, Chelsea Davina, Febriola Sinambela, Freya Jayawardana, Gabriela Abigail, Gendis Mayrannisa, Gita Sekar, Greesella Adhalia, Helisma Putri, Jesslyn Elly, Marsha Lenathea, Nina Tutachia, Oline Manuel, dan Shabilqis Naila.

Dalam lagu tersebut, para member JKT48 menyuarakan keresahan generasi muda terhadap lingkungan digital yang semakin tidak nyaman. Baris lirik seperti “berita hoax ga jelas kok dipercaya” dan “lempar batu sembunyi tangan” menjadi kritik tajam terhadap perilaku warganet yang kerap menyebarkan informasi tanpa verifikasi serta menyerang tanpa tanggung jawab.

Tema utama yang diangkat berfokus pada identitas dan keberanian untuk menjadi diri sendiri di tengah tekanan sosial. Lagu ini juga menyoroti kecenderungan sebagian orang untuk menghindari tanggung jawab—memilih “run away”—serta bersikap abai terhadap dampak dari tindakan mereka di ruang digital.

Menariknya, pendekatan musikal yang enerjik dengan teriakan seperti “Wakaka People” dan “Runaway People” justru menghadirkan kontras dengan pesan serius yang dibawa. Nuansa satir terasa kuat, menggambarkan bagaimana kekacauan sosial kerap dianggap hiburan oleh sebagian pihak.

Langkah JKT48 ini dinilai sebagai bentuk evolusi dalam karya mereka. Tak hanya menyajikan hiburan, tetapi juga menghadirkan refleksi sosial yang relevan dengan kondisi saat ini, terutama di era dominasi media sosial.

Para penggemar pun menyambut positif keberanian para member dalam mengangkat isu sensitif tersebut. Lagu ini dianggap mampu mewakili kegelisahan banyak orang sekaligus menjadi pengingat pentingnya tanggung jawab, empati, dan kesadaran dalam berinteraksi di dunia digital.

Tags

Artikel Terkait

Terkini