• Minggu, 19/04/2026
Sidang Ammar Zoni akan kembali digelar pada Kamis, 23 April 2026, dengan agenda pembacaan putusan. Telah dibuka Grace Cafe dan Resto di Jalan Kemang X Jakarta Selatan Toko Obat Mutiara Sakti, ITC Permata Hijau Jakarta Selatan

Saint Laurent SS 2025: Elegansi Terkendali di Tengah Hujan Paris

- Minggu, 19/04/2026
 Saint Laurent SS 2025: Elegansi Terkendali di Tengah Hujan Paris
Rumah mode Saint Laurent menghadirkan pertunjukan yang penuh atmosfer dalam koleksi Spring/Summer 2025

Rumah mode Saint Laurent menghadirkan pertunjukan yang penuh atmosfer dalam koleksi Spring/Summer 2025 di markas bersejarahnya di Rue de Bellechasse, Paris. Di bawah arahan kreatif Anthony Vaccarello, runway berubah menjadi panggung dramatis saat hujan turun, namun tak satu pun elemen pertunjukan kehilangan kendali.

Sejak siluet pertama, koleksi ini langsung menegaskan karakter kuat: presisi yang nyaris sunyi namun penuh otoritas. Jaket double-breasted, celana wide-leg, serta bahu tegas mendominasi tampilan, menciptakan struktur yang kokoh tanpa terasa kaku. Palet warna pun tetap dalam spektrum gelap—hitam, arang, hingga sentuhan plum—memberikan kesan kontrol penuh dan elegansi yang dalam.

Koleksi ini terasa seperti langkah kembali ke esensi awal rumah mode tersebut. Yves Saint Laurent, sang pendiri, dikenal dengan pendekatan yang memadukan maskulinitas dan feminitas dalam satu identitas. Interpretasi Vaccarello terasa jelas: kemeja, dasi, dan tailoring rapi membangun citra perempuan yang kuat tanpa perlu provokasi berlebihan.

Seiring pertunjukan berjalan, dimensi visual semakin berkembang. Mantel panjang, trench coat, hingga jaket aviator kulit oversized menghadirkan volume baru. Material kain menangkap cahaya dengan dramatis di bawah instalasi emas yang menggantung, sementara runway biru kobalt tampak hidup melalui pantulan cahaya dan tetesan hujan Paris.

Aksesori khas seperti kacamata hitam Saint Laurent dan gelang emas tebal melengkapi tampilan tanpa mendominasi. Setiap detail terasa terukur, menunjukkan tingkat presisi tinggi yang menjadi kekuatan utama koleksi ini.

Memasuki bagian akhir, koleksi mulai bereksperimen dengan warna yang lebih berani—fuchsia, biru terang, hingga kuning mencolok. Material pun bergeser ke brokat, renda, dan kain yang lebih ringan. Namun, struktur tetap terjaga: garis tajam, bahu tegas, dan siluet yang konsisten.

Referensi budaya turut hadir melalui sentuhan gaya Loulou de la Falaise hingga nuansa New York, menambah kedalaman tanpa terasa berlebihan. Semua elemen berpadu dalam narasi yang utuh dan terarah.

Meski demikian, sebagian pengamat menilai pendekatan yang terlalu terkendali ini meninggalkan sedikit ruang untuk kejutan. Minimnya eksplorasi ekstrem membuat koleksi terasa aman, seolah sengaja tidak melampaui batas tertentu.

Namun di situlah identitasnya. Di tengah industri yang kerap mengejar sensasi, Saint Laurent justru menawarkan visi yang tenang, percaya diri, dan berakar kuat pada warisan. Presisi, ketajaman, dan konsistensi menjadi fondasi yang mengukuhkan koleksi ini sebagai salah satu pernyataan paling solid musim ini.

Tags

Artikel Terkait

Terkini