TEL AVIV — Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyampaikan pidato nasional menjelang perayaan Paskah Yahudi dengan menegaskan bahwa posisi Israel saat ini “lebih kuat dari sebelumnya” di tengah eskalasi konflik kawasan, khususnya dengan Iran.
Dalam pidatonya, Netanyahu menyoroti rangkaian operasi militer yang disebutnya sebagai bagian dari upaya melawan apa yang ia gambarkan sebagai “rezim ancaman” di Iran. Ia mengklaim bahwa berbagai langkah tersebut telah menghasilkan capaian signifikan, meski diakui juga membawa konsekuensi besar, termasuk jatuhnya korban jiwa di pihak Israel.
“Baru kemarin kami kehilangan empat prajurit terbaik kami,” ujarnya, seraya menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban serta dukungan kepada para prajurit yang terluka.
Netanyahu menegaskan bahwa konflik yang berlangsung bukan hanya soal keamanan nasional, tetapi juga menyangkut masa depan Israel. Ia menuding Iran selama bertahun-tahun berupaya memperluas pengaruh melalui program nuklir, pengembangan rudal balistik, serta dukungan terhadap kelompok-kelompok bersenjata di kawasan.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa operasi militer Israel, yang menurutnya dilakukan bersama Amerika Serikat, telah menciptakan “perubahan strategis” di kawasan. Ia menyebut kerja sama dengan Washington sebagai kolaborasi yang belum pernah terjadi sebelumnya, termasuk dalam aspek militer dan diplomasi.
Selain itu, Netanyahu juga mengklaim bahwa kekuatan jaringan kelompok bersenjata yang didukung Iran di sejumlah wilayah seperti Gaza, Lebanon, dan Suriah telah mengalami pelemahan signifikan. Ia bahkan menyebut Israel kini berada dalam posisi ofensif, berbeda dari sebelumnya yang lebih bersifat defensif.
Dalam pidato tersebut, Netanyahu juga menyinggung sistem pertahanan udara Israel yang disebutnya sebagai salah satu yang terbaik di dunia, serta ketahanan ekonomi negara yang dinilai tetap stabil meski berada dalam situasi konflik.
Di sisi lain, ia turut mengkritik pihak oposisi dalam negeri agar tidak mempolitisasi situasi keamanan yang sedang berlangsung, dan menyerukan persatuan nasional dalam menghadapi tantangan.
Menutup pidatonya, Netanyahu mengajak seluruh warga Israel untuk tetap tegar dan bersatu, sembari menegaskan bahwa pemerintah akan terus melanjutkan langkah-langkah strategis guna menjamin keamanan dan masa depan negara.
Pidato ini disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, yang turut menjadi sorotan komunitas internasional.
Artikel Terkait
Elise Mertens Tampil Dominan, Karolina Muchova Bangkit di Set Penentuan
“Fuze”: Aaron Taylor-Johnson Berpacu dengan Waktu di Tengah Ancaman Bom dan Aksi Perampokan
Pasokan Minyak Rusia, Perkuat Ketahanan Energi di Tengah Tingginya Impor BBM
Gibran Dorong Sinergi Lintas Sektor Perkuat Peran Perempuan Jelang Hari Kartini