• Jum'at, 15/05/2026

“Bolivian Llama Party”: Cita Rasa Bolivia yang Membakar Antusiasme Pecinta Kuliner New York

- Rabu, 15/10/2025
“Bolivian Llama Party”: Cita Rasa Bolivia yang Membakar Antusiasme Pecinta Kuliner New York
Roti mereka diberi lapisan minyak bawang putih dan cabai Bolivia, menciptakan aroma khas

Queens, New York City – Di tengah hiruk pikuk kuliner dunia yang semakin beragam, satu kedai kecil di kawasan Sunnyside, Queens berhasil menarik perhatian para pencinta makanan unik: Bolivian Llama Party, restoran milik tiga bersaudara Alexander, Patrick, dan David Orza. Mereka menghadirkan sajian khas Bolivia dengan sentuhan modern dan berani — terutama lewat menu andalan mereka, sandwich raksasa “Tranapeña” (Trancapecho).

“Kami mungkin satu-satunya tempat di New York yang menjual sandwich ini,” ujar Alexander Orza dengan bangga. “Dagingnya sebesar wajahmu — dan itu tagline yang sempurna!”

Trancapecho: “Seluruh Piring Makan, Disatukan dalam Roti”

Menu legendaris ini berasal dari hidangan tradisional Bolivia, Silpancho, yang kemudian diadaptasi menjadi bentuk sandwich agar mudah disantap di mana saja. Isinya bukan main: steak sapi pipih, nasi, kentang goreng, telur mata sapi, acar sayur, dan sambal khas “Yahua”—semuanya dijepit dalam roti lembut buatan sendiri yang dipanggang tiga kali sehari.

“Saat semua elemen itu bertemu dalam satu gigitan—daging, nasi, telur, kentang, sambal—itu momen sempurna,” kata Patrick. “Lembut, juicy, dan meledak di mulut.”

Selain Trancapecho, pengunjung juga wajib mencoba Salteña, kue pastel berisi kaldu panas yang disebut “pizza-nya Bolivia”, dan Chicken Sauteña, versi ayam yang gurih dan aromatik.

Cita Rasa yang Jujur, dari Dapur Hingga Jalanan

Roti mereka diberi lapisan minyak bawang putih dan cabai Bolivia, menciptakan aroma khas yang menggoda sejak pertama kali dipanggang. Tak hanya soal rasa, para pemiliknya juga ingin menghadirkan suasana hangat seperti makan di rumah sendiri — lengkap dengan jendela kecil tempat pelanggan memesan langsung dari luar.

“Awalnya itu jendela rusak,” cerita Patrick sambil tertawa. “Kami ubah jadi jendela takeout waktu pandemi, dan tiba-tiba, suasananya terasa seperti pesta keluarga di halaman belakang.”

Dari Rasa Minder ke Rasa Bangga

Bagi keluarga Orza, Bolivian Llama Party bukan sekadar bisnis — ini adalah perjalanan identitas.

Alexander mengenang masa kecilnya di Queens, saat ia malu membawa bekal makanan Bolivia ke sekolah karena dianggap “aneh”. Kini, makanan yang dulu ia sembunyikan justru menjadi ikon kuliner New York yang dicari banyak orang.

“Dulu aku berusaha tidak terlihat sebagai orang Bolivia,” ujarnya. “Sekarang orang datang mencari rasa yang dulu kupikir harus kusembunyikan. Itu luar biasa.”

Harapan Besar untuk Kuliner Bolivia

Bolivian Llama Party kini menjadi satu-satunya restoran Bolivia yang tersisa di New York City, setelah banyak tempat serupa gulung tikar. Para pemiliknya bertekad untuk terus memperluas warisan kuliner Bolivia dan menginspirasi generasi baru juru masak Latin.

“Kami ingin jadi perubahan yang kami harapkan,” ujar David. “Bukan hanya untuk mempertahankan cita rasa Bolivia, tapi juga untuk menunjukkan bahwa makanan ini layak berdiri sejajar dengan kuliner dunia.”

Tags

Artikel Terkait

Terkini