Citraselebriti- Honda resmi menghidupkan kembali nama legendaris Honda Prelude untuk model tahun 2026 setelah absen sekitar 25 tahun dari pasar Amerika Serikat. Kehadiran coupe hybrid dua pintu ini langsung menarik perhatian pecinta otomotif karena membawa nama besar Prelude yang selama puluhan tahun dikenal sebagai mobil sport favorit para penggemar berkendara.
Namun, kemunculan Prelude generasi terbaru juga memunculkan kontroversi. Pasalnya, mobil ini menggunakan sistem penggerak yang sama dengan Honda Civic Hybrid, sebuah sedan hybrid yang lebih dikenal sebagai kendaraan harian hemat bahan bakar dibanding mobil sport murni.
Prelude 2026 dibekali mesin bensin 2.0 liter empat silinder yang dipadukan dengan sistem hybrid dua motor. Tenaga yang dihasilkan mencapai 200 hp dan torsi 232 lb-ft, angka yang menjadikannya salah satu model Honda non-Type R paling bertenaga saat ini.
Meski demikian, banyak penggemar mempertanyakan keputusan Honda yang tidak menyediakan transmisi manual. Sebagai model yang ditujukan bagi kalangan enthusiast, absennya opsi transmisi manual dianggap mengurangi karakter sporty yang selama ini melekat pada nama Prelude.
Dari sisi teknis, Honda mencoba meningkatkan performa dengan menyematkan sejumlah komponen yang diambil dari Honda Civic Type R, termasuk sistem suspensi, track roda depan dan belakang, serta rem depan Brembo. Kombinasi tersebut membuat Prelude menawarkan pengendalian yang tajam dan stabil saat melibas tikungan.
Secara desain, Prelude tampil modern dengan warna khas Boost Blue yang mencolok. Mobil ini mengusung lampu depan bergaya “hammerhead” yang ramping dan agresif. Namun, desain tersebut dinilai terlalu mirip dengan bahasa desain terbaru yang digunakan berbagai model Toyota, sehingga mengurangi identitas unik Prelude.
Masuk ke dalam kabin, Honda menghadirkan nuansa premium melalui kombinasi material kulit, aksen suede, serta jahitan biru yang menjadi ciri khas model ini. Kursi depan mendapat sentuhan khusus berupa detail sejarah Prelude sejak pertama kali diperkenalkan pada tahun 1978. Sayangnya, ruang belakang dinilai sangat sempit sehingga lebih cocok digunakan sebagai area penyimpanan tambahan dibanding kursi penumpang.
Dari segi kenyamanan, Prelude tetap mempertahankan tombol fisik untuk pengaturan pendingin udara dan fitur-fitur utama kendaraan. Keputusan ini mendapat apresiasi karena memudahkan pengemudi mengakses berbagai fungsi tanpa harus bergantung pada layar sentuh.
Saat dikendarai, Prelude menawarkan karakter khas Honda yang terkenal responsif. Sistem kemudi memberikan umpan balik yang baik, sementara handling terasa presisi dan minim gejala understeer meski menggunakan penggerak roda depan. Rem Brembo yang digunakan juga mendapat pujian karena mampu memberikan daya pengereman yang kuat dan meyakinkan.
Honda turut menghadirkan fitur S+ Shift Mode yang mensimulasikan perpindahan gigi layaknya mobil bertransmisi konvensional. Sistem ini menciptakan sensasi pergantian gigi melalui suara mesin buatan dan pemutusan tenaga sesaat. Meski memberikan pengalaman berkendara yang lebih menarik, fitur tersebut justru membuat akselerasi sedikit lebih lambat dibanding mode berkendara normal.
Soal harga, Prelude menjadi sorotan karena dibanderol mulai dari 42.000 dolar AS atau sekitar Rp680 juta. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibanding Civic Hybrid yang dijual mulai 30.000 dolar AS namun menggunakan sistem penggerak yang sama.
Dalam penilaian keseluruhan, Prelude memperoleh nilai B-. Desain eksterior dan interior mendapat apresiasi tinggi, sementara performa dan nilai ekonomis menjadi faktor yang menahan mobil ini untuk meraih skor lebih baik. Banyak pengamat menilai Prelude merupakan kendaraan hybrid dua pintu yang sangat menarik, tetapi belum sepenuhnya memenuhi ekspektasi penggemar yang menginginkan mobil sport sejati dengan transmisi manual dan performa yang lebih agresif.
Meski demikian, Honda Prelude 2026 tetap dipandang sebagai mobil yang menyenangkan untuk dikendarai dan berpotensi menjadi model yang dicari kolektor di masa depan. Tantangan terbesar bagi Honda kini adalah membuktikan bahwa nama Prelude masih mampu mempertahankan reputasinya di era elektrifikasi.