China Percepat Pengembangan Robot Humanoid, Fokus pada Solusi Nyata untuk Dunia Industri

Selasa, 09/06/2026
 China Percepat Pengembangan Robot Humanoid, Fokus pada Solusi Nyata untuk Dunia Industri
pengembangan robot humanoid dari perusahaan-perusahaan seperti Tesla, Figure AI

Citraselebriti- Beijing – Saat perhatian dunia tertuju pada pengembangan robot humanoid dari perusahaan-perusahaan seperti Tesla, Figure AI, dan Boston Dynamics, sejumlah perusahaan teknologi di China justru mengambil pendekatan berbeda.

Alih-alih hanya berfokus pada kemampuan berjalan, melompat, atau melakukan demonstrasi atraktif, para pengembang robot di China kini menitikberatkan inovasi pada kemampuan yang dianggap penting untuk penggunaan nyata di pabrik, rumah sakit, hingga sektor layanan publik.

Salah satu inovasi datang dari Xiaomi melalui robot humanoid CyberOne. Perusahaan tersebut mengembangkan tangan robotik dengan sistem pendingin cair yang bekerja menyerupai kelenjar keringat buatan. Teknologi ini dirancang untuk mengurangi panas pada motor-motor kecil di jari robot saat melakukan pekerjaan berulang dalam waktu lama.

CyberOne juga dilengkapi sensor sentuh di seluruh permukaan telapak tangan sehingga mampu menyesuaikan kekuatan genggaman dan menangani objek dengan lebih presisi. Dalam pengujian industri otomotif, robot ini disebut berhasil menyelesaikan tugas pengencangan mur dengan tingkat keberhasilan mencapai 90,2 persen selama tiga jam kerja berkelanjutan.

Sementara itu, perusahaan robotika China lainnya, DroidUp, memperkenalkan humanoid bernama Moya yang dirancang untuk berinteraksi lebih alami dengan manusia.

Berbeda dengan robot industri konvensional, Moya memiliki kulit sintetis dengan suhu yang menyerupai tubuh manusia. Robot ini juga dibekali sistem pelacakan wajah dan kamera yang memungkinkannya melakukan kontak mata serta menampilkan ekspresi sederhana seperti senyum dan anggukan.

Teknologi tersebut dinilai cocok untuk digunakan di rumah sakit, sekolah, pusat layanan pelanggan, hingga fasilitas publik lainnya yang membutuhkan interaksi manusia secara langsung.

Di sektor kecerdasan buatan, Unitree Robotics menghadirkan robot humanoid Unitree G1 yang mampu mengubah perintah suara menjadi gerakan tubuh secara real time.

Robot ini dapat menerima instruksi verbal dan menerjemahkannya menjadi berbagai gerakan kompleks, mulai dari berjalan, berjongkok, hingga melakukan gerakan tari. Sistem tersebut didukung kamera kedalaman, sensor LiDAR tiga dimensi, dan susunan mikrofon yang memungkinkan robot memahami lingkungan di sekitarnya sekaligus merespons perintah manusia secara langsung.

Kemajuan lain datang dari UBTECH Robotics melalui robot humanoid Walker S2. Salah satu fitur unggulannya adalah kemampuan mengganti baterai secara mandiri tanpa bantuan manusia.

Walker S2 dilengkapi sistem baterai ganda dan stasiun penukaran baterai otomatis yang memungkinkan robot kembali bekerja hanya dalam waktu sekitar tiga menit. Teknologi ini diharapkan dapat mengurangi waktu henti operasional di lingkungan industri dan logistik.

Robot tersebut juga memiliki kemampuan membawa beban hingga 15 kilogram serta didukung sistem kecerdasan buatan untuk perencanaan tugas, deteksi anomali, dan koordinasi dengan robot lainnya.

Sementara itu, Midea Group mengambil pendekatan yang lebih unik melalui robot Miro U.

Tidak seperti humanoid pada umumnya yang memiliki dua lengan, Miro U dibekali enam lengan robotik presisi tinggi. Desain tersebut memungkinkan robot melakukan beberapa tugas sekaligus dalam lini produksi, seperti memegang komponen, memasang baut, melakukan inspeksi, dan melakukan penyesuaian secara bersamaan.

Menurut Midea, penggunaan Miro U berpotensi meningkatkan efisiensi pergantian lini produksi hingga sekitar 30 persen di fasilitas manufakturnya di Wuxi, China.

Perkembangan berbagai robot ini menunjukkan bahwa persaingan robot humanoid di China tidak hanya berorientasi pada penampilan atau demonstrasi teknologi semata. Sebaliknya, perusahaan-perusahaan tersebut berupaya menyelesaikan berbagai tantangan praktis seperti ketahanan kerja, interaksi manusia, kendali suara, manajemen energi, hingga efisiensi produksi.

Dengan fokus pada kebutuhan dunia nyata, China dinilai sedang membangun fondasi penting bagi penerapan robot humanoid secara luas di berbagai sektor industri dan layanan dalam beberapa tahun mendatang.

Tags

Terkini