Citraselebriti-Aktris dan ilmuwan saraf Mayim Bialik membagikan pengalaman pribadinya terkait penggunaan obat GLP-1 yang menurutnya berujung pada efek samping serius. Pengakuan tersebut disampaikan melalui sebuah esai yang diterbitkan pada 5 Juni.
Dalam tulisannya, bintang serial TV The Big Bang Theory itu mengisahkan bahwa ia menerima satu suntikan dosis rendah obat GLP-1 setelah dokter menyarankan terapi tersebut untuk membantu mengatasi sejumlah masalah kesehatan yang telah lama dihadapinya, termasuk penyakit Graves’ disease.
Namun, alih-alih mendapatkan manfaat yang diharapkan, Bialik mengaku mengalami reaksi yang sangat kuat sesaat setelah menerima pengobatan tersebut. Ia menggambarkan efek samping yang muncul sebagai pengalaman yang intens dan sulit dikendalikan.
Menurut Bialik, ia mengalami diare berat, gangguan pencernaan, kram perut, perut kembung, nyeri tubuh, hingga kesulitan menahan makanan dan minuman, termasuk hanya untuk meneguk air dalam jumlah kecil. Ia menyebut bahwa mengatakan dirinya hanya mengalami “reaksi merugikan” merupakan ungkapan yang terlalu ringan untuk menggambarkan kondisi yang dialaminya.
Meski demikian, Bialik menegaskan bahwa pengalaman pribadinya tidak dimaksudkan untuk mengabaikan manfaat yang telah dirasakan banyak orang dari terapi GLP-1. Ia mengakui bahwa obat tersebut telah membantu sejumlah pasien yang memiliki kebutuhan medis serius.
Melalui esainya, Bialik juga menyoroti pentingnya membicarakan risiko dan kemungkinan efek samping yang dapat muncul selama penggunaan obat GLP-1. Menurutnya, keberhasilan terapi sering kali menjadi sorotan utama, sementara pengalaman pasien yang mengalami komplikasi atau reaksi negatif jarang mendapat perhatian yang sama.
Pernyataan tersebut menambah diskusi publik mengenai penggunaan obat GLP-1 yang dalam beberapa tahun terakhir semakin populer untuk penanganan diabetes dan pengelolaan berat badan. Bialik berharap pengalamannya dapat menjadi pengingat bahwa setiap terapi medis memiliki manfaat sekaligus risiko yang perlu dipahami secara menyeluruh oleh pasien dan tenaga kesehatan.