NATO Tegaskan Solidaritas dan Perkuat Pertahanan, Dukungan untuk Ukraina Jadi Fokus Utama

Sabtu, 23/05/2026
 NATO Tegaskan Solidaritas dan Perkuat Pertahanan, Dukungan untuk Ukraina Jadi Fokus Utama
Sekretaris Jenderal NATO menegaskan aliansi pertahanan Atlantik Utara

Sekretaris Jenderal NATO menegaskan aliansi pertahanan Atlantik Utara kini semakin solid dan siap menghadapi berbagai ancaman global usai pertemuan para menteri luar negeri NATO di Helsingborg, Swedia. Dalam konferensi pers yang berlangsung usai pertemuan, NATO menyoroti peningkatan belanja pertahanan, penguatan industri militer, hingga dukungan jangka panjang bagi Ukraina sebagai prioritas utama menjelang KTT NATO di Ankara enam pekan mendatang.

Pertemuan tersebut menjadi momen penting bagi Swedia sebagai tuan rumah pertama sejak resmi bergabung dengan NATO dua tahun lalu. Sekjen NATO menyebut bergabungnya seluruh negara Nordik, termasuk Finlandia pada 2023, membuat kekuatan aliansi semakin kokoh dalam menghadapi ancaman keamanan global yang dinilai semakin nyata.

NATO menegaskan komitmennya untuk meningkatkan investasi pertahanan hingga 5 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Menurut NATO, negara-negara anggota Eropa dan Kanada telah meningkatkan anggaran pertahanan sebesar 20 persen sepanjang 2025 dan tren itu dipastikan terus berlanjut.

Selain anggaran, NATO juga menyoroti pentingnya percepatan produksi industri pertahanan di kedua sisi Atlantik. Aliansi menilai kebutuhan senjata dan perlengkapan militer saat ini jauh melampaui kapasitas produksi yang tersedia sehingga kerja sama antarnegara anggota menjadi sangat penting.

Dalam pernyataannya, NATO juga menegaskan kembali komitmen penuh terhadap Pasal 5, yaitu prinsip bahwa serangan terhadap satu negara anggota dianggap sebagai serangan terhadap seluruh anggota. Sekjen NATO bahkan memperingatkan bahwa respons terhadap pihak mana pun yang menyerang aliansi akan “menghancurkan”.

Dukungan terhadap Ukraina turut menjadi fokus utama. NATO menyebut Ukraina masih menunjukkan perlawanan kuat terhadap invasi Rusia dan bahkan mulai menstabilkan garis depan pertempuran. Sekjen NATO mengapresiasi kemampuan inovasi Ukraina, khususnya dalam teknologi drone dan anti-drone, yang kini dipelajari oleh negara-negara anggota NATO.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky juga dipastikan akan hadir dalam KTT NATO di Ankara. NATO menegaskan bantuan militer kepada Kyiv harus tetap berkelanjutan, terukur, dan sesuai kebutuhan di medan perang.

Selain isu Rusia-Ukraina, NATO turut membahas ketegangan di Timur Tengah, terutama terkait ancaman Iran terhadap jalur pelayaran Selat Hormuz. NATO menyatakan kebebasan navigasi merupakan kepentingan global dan negara-negara sekutu kini mulai mempersiapkan aset militer penting di kawasan tersebut.

Dalam sesi tanya jawab, NATO juga menanggapi isu kemungkinan pengurangan kehadiran militer Amerika Serikat di Eropa. Sekjen NATO menegaskan Washington tetap berkomitmen kuat terhadap aliansi, meski negara-negara Eropa didorong mengambil tanggung jawab lebih besar dalam pertahanan kawasan mereka sendiri.

Menurut NATO, penguatan kapasitas militer Eropa bukan berarti Amerika Serikat akan meninggalkan aliansi, melainkan bagian dari pembagian tanggung jawab yang lebih seimbang di tengah meningkatnya ancaman global dari Rusia hingga kawasan Indo-Pasifik.

Tags

Terkini