Sidang Ammar Zoni akan kembali digelar pada Kamis, 23 April 2026, dengan agenda pembacaan putusan. Telah dibuka Grace Cafe dan Resto di Jalan Kemang X Jakarta Selatan Toko Obat Mutiara Sakti, ITC Permata Hijau Jakarta Selatan

AS Setujui Jet Tempur Generasi Baru F-47, Siap Gantikan Dominasi F-22

Rabu, 22/04/2026
AS Setujui Jet Tempur Generasi Baru F-47, Siap Gantikan Dominasi F-22
F-22 Raptor menjadi tulang punggung dominasi udara AS.

Angkatan Udara Amerika Serikat atau United States Air Force resmi memberi lampu hijau pada pengembangan jet tempur terbaru yang digadang-gadang menjadi yang paling canggih dalam sejarah, yakni F-47. Pesawat ini diproyeksikan melampaui kemampuan generasi sebelumnya dan dijadwalkan melakukan penerbangan perdana pada 2028.

Selama lebih dari dua dekade, F-22 Raptor menjadi tulang punggung dominasi udara AS. Namun, perkembangan teknologi dan ancaman global membuat pesawat tersebut mulai mencapai batas kemampuannya, terutama dalam hal integrasi perangkat lunak yang tidak lagi mampu mengakomodasi inovasi terbaru.

Sebagai penggantinya, F-47 hadir melalui program Next Generation Air Dominance (NGAD) yang dikembangkan secara rahasia sejak pertengahan 2010-an. Proyek ini semakin mendapat sorotan setelah Donald Trump pada 2025 mengumumkan bahwa Boeing memenangkan kontrak pengembangannya yang bernilai lebih dari 20 miliar dolar AS.

F-47 disebut memiliki kemampuan luar biasa, mulai dari kecepatan di atas Mach 2, radius tempur lebih dari 1.000 mil laut—hampir dua kali lipat F-22—hingga teknologi stealth generasi baru yang membuatnya semakin sulit terdeteksi radar musuh. Pesawat ini juga dirancang menggunakan mesin adaptif terbaru yang mampu menyesuaikan performa sesuai kebutuhan misi.

Salah satu terobosan utama F-47 adalah kemampuannya mengendalikan armada drone tempur berbasis kecerdasan buatan atau Collaborative Combat Aircraft (CCA). Dalam konsep ini, pilot tidak lagi bertempur sendirian, melainkan bertindak sebagai komandan yang mengoordinasikan berbagai drone untuk misi pengintaian, gangguan elektronik, hingga serangan langsung.

“Ini bukan sekadar jet tempur, tapi pusat kendali pertempuran udara modern,” demikian penilaian sejumlah analis pertahanan terhadap konsep baru tersebut.

Selain itu, F-47 juga dikabarkan tengah dikembangkan untuk membawa sistem senjata laser berdaya tinggi, yang berpotensi mengubah lanskap peperangan udara di masa depan.

Pengembangan jet ini tidak lepas dari meningkatnya persaingan global, khususnya dengan China dan Rusia yang juga tengah mengembangkan pesawat tempur generasi berikutnya. F-47 diharapkan mampu menjaga keunggulan udara AS dengan lompatan teknologi yang signifikan.

Hingga awal 2026, program F-47 dilaporkan berjalan sesuai jadwal, dengan unit pertama sudah memasuki tahap produksi. Angkatan Udara AS berencana mengoperasikan setidaknya 185 unit untuk menggantikan armada F-22 secara bertahap, dengan kemungkinan penambahan hingga 250 unit.

Meski demikian, tantangan tetap ada, terutama terkait biaya produksi yang diperkirakan mencapai 300 juta dolar AS per unit. Sejumlah analis mengingatkan risiko pengurangan jumlah produksi seperti yang pernah terjadi pada F-22.

Jika berjalan sesuai rencana, F-47 akan mulai beroperasi penuh pada 2030-an, menandai era baru dominasi udara generasi keenam bagi Amerika Serikat.

Tags

Terkini