Jakarta – Aktor senior Clift Sangra membagikan kisah di balik proses panjang yang ia jalani untuk memerankan karakter Bisman dalam film horor Suzanna: Santet Dosa di Atas Dosa. Cerita tersebut disampaikan usai acara prescreening film yang digelar di Plaza Senayan, Jakarta, Sabtu malam (14/3).
Clift mengaku perjalanan untuk mendapatkan peran tersebut tidaklah mudah. Ia awalnya dipanggil ke Jakarta oleh pihak produksi Soraya Intercine Films, namun tidak diberi tahu tujuan kedatangannya.
“Awalnya saya dipanggil ke Jakarta tanpa tahu untuk apa. Sampai di kantor baru dikasih skrip dan diminta naik ke lantai tiga untuk casting,” kata Clift.
Meski telah membintangi puluhan film sebelumnya, Clift tetap harus mengikuti proses casting untuk meyakinkan produser Sunil Soraya bahwa ia layak memerankan karakter Bisman yang sebelumnya telah dikenal sebagai ikon dalam film Suzanna.
Proses pendalaman karakter pun berlangsung cukup panjang. Para pemain lain menjalani sesi reading hingga dua bulan, sementara Clift menjalani latihan selama satu bulan penuh untuk membangun karakter tersebut.
Menurutnya, produser Sunil Soraya dikenal sangat perfeksionis dalam menggarap film, sehingga setiap detail akting harus benar-benar dipersiapkan dengan matang. Bahkan saat reading, Clift mengaku sempat merasa tertekan karena mendapat banyak arahan langsung dari sang produser.
“Selama satu bulan itu benar-benar berlatih terus membangun karakter Bisman. Tidak mudah, tapi akhirnya ketika melihat hasilnya, film ini terasa sangat megah,” ujarnya.
Tak hanya proses akting yang menantang, Clift juga harus melakukan transformasi fisik demi mendalami karakter. Ia mengaku menaikkan berat badan hingga 20 kilogram agar tampil sesuai dengan gambaran karakter Bisman.
“Karena perannya harus terlihat lebih besar, saya sampai menaikkan berat badan 20 kilo. Setelah syuting selesai, baru saya turunkan lagi,” ungkapnya.
Selain itu, Clift juga sempat memberikan sejumlah ide cerita kepada tim produksi berdasarkan pengalaman pribadinya ketika bertemu sosok yang diduga dukun santet di Banyuwangi. Pengalaman tersebut kemudian menjadi inspirasi tambahan dalam pengembangan cerita film.
Ia menilai film ini memiliki cerita yang unik dan berbeda dibanding film horor lainnya. Bahkan Clift yakin penonton akan menyesal jika melewatkan film tersebut.
Film “Suzanna: Santet Dosa di Atas Dosa” sendiri disutradarai oleh Azhar Kinoi Lubis dan menjadi salah satu film horor yang disiapkan untuk meramaikan musim libur Lebaran tahun ini.