Ustadz Munawir menyatakan bahwa tempat-tempat ibadah yang suci hanya boleh digunakan, yang tidak boleh membaca Al-Qur`an atau ibadah di WC,”katanya dengan tegas ditemui di Pesbukers ANTV studio Cawang, Jakarta Timur, pada Sabtu, 23 Maret 2024.
"Banyak fenomena yang terjadi di negeri kita dan di negara lain, dimana orang-orang melakukan ibadah sesuai dengan keyakinan mereka. Namun, dalam konteks toleransi agama, hanya tempat-tempat yang dianggap suci yang seharusnya digunakan. Tempat-tempat seperti WC tidak boleh digunakan untuk ibadah, bahkan membaca Al-Qur`an," ujar Ustadz Munawir.
Dia menegaskan bahwa tempat-tempat yang digunakan untuk ibadah haruslah bersih dan suci. "Di mana pun, yang penting adalah kebersihan dan kesucian tempat tersebut. Kami sangat menghargai toleransi dan kepedulian terhadap sesama saat kita menjalankan ibadah. Allah telah menegaskan pentingnya tolong-menolong dalam hal kebaikan, bukan dalam hal keburukan. Oleh karena itu, kami berterima kasih kepada umat Islam yang memperbolehkan sesama umat beribadah di tempat mereka," jelasnya.
Ustadz Munawir menambahkan, bahwa dalam agama Islam, toleransi juga berlaku dalam hal perdagangan. "Di dunia ini, bergaul dengan siapa pun itu diperbolehkan, bahkan dalam perdagangan. Islam mengajarkan bahwa ketika menjalankan perdagangan, kita bisa berinteraksi dengan orang non-Muslim. Islam datang ke Indonesia melalui jalur perdagangan, sehingga dari sinilah muncul keyakinan bahwa tempat-tempat hasil perdagangan dapat digunakan untuk ibadah," paparnya.
Sejarah menunjukkan bahwa dalam agama Islam, Allah memberikan kebaikan kepada siapa pun yang berbuat baik, dan manusia harus menjalankan perintah-Nya untuk mendapatkan keridhaan-Nya.