Sebuah proyek pembangunan lapangan bola di Kerawang menjadi sorotan setelah pengacara proyek, menuding Vicky Prasetyo sebagai penipu. Menurut Granella, lapangan yang seharusnya sudah dibangun sesuai dengan kesepakatan dalam Memorandum of Understanding (MOU) ternyata tidak memenuhi standar yang telah disepakati.
Salah satu permasalahan utama yang disoroti adalah terjadinya banjir di lapangan tersebut. Granbella menjelaskan bahwa penyebab banjir tersebut adalah karena drenase lapangan dibuat oleh pihak yang mengelola proyek dengan ukuran yang tidak sesuai. Seharusnya, jarak antara drenase-drenase tersebut hanya 2,1 meter, namun faktanya jaraknya mencapai 4,3 meter. Hal ini menyebabkan drenase tidak efektif dalam menyalurkan air, sehingga air menggenang di lapangan.
Lebih lanjut, Granella menjelaskan bahwa drenase yang dibuat tidak sesuai dengan spesifikasi yang telah disepakati. “Seharusnya drenase berbentuk kotak, namun yang dibangun malah berbentuk bulat dengan menggunakan pipa. Akibatnya, air tidak dapat mengalir dengan baik dan mengendap di area lapangan.”jelas Nabella dalam jumpa persnya bersama Vicky Prasetyo dan pengacara Sunan Kalijaga.
“Kondisi lapangan yang tidak memenuhi standar ini telah menyebabkan proyek tersebut dianggap gagal.”ujar Nahella Granella
Sementara adik kandung Bicky Praetyo menyatakan bahwa pihaknya telah berkonsultasi dengan beberapa vendor ahli dan kesimpulannya adalah lapangan tersebut harus dibongkar dan dibangun kembali sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan.