Havfarm, Peternakan Salmon Lepas Pantai Raksasa Norwegia yang Mampu Budidayakan 1,7 Juta Ikan

- Kamis, 02/07/2026
 Havfarm, Peternakan Salmon Lepas Pantai Raksasa Norwegia yang Mampu Budidayakan 1,7 Juta Ikan

Citraselebriti – Norwegia terus menunjukkan inovasi dalam industri akuakultur melalui Havfarm, peternakan salmon lepas pantai berteknologi tinggi yang dirancang untuk membudidayakan hingga 1,7 juta ekor salmon dengan total biomassa mencapai 10.000 ton. Struktur sepanjang hampir 400 meterini dibangun dengan investasi lebih dari 240 juta dolar AS sebagai solusi atas keterbatasan budidaya ikan di wilayah pesisir.

Havfarm dikembangkan setelah industri salmon Norwegia menghadapi berbagai tantangan, mulai dari meningkatnya kepadatan tambak, penyebaran penyakit dan kutu laut (sea lice), penurunan kadar oksigen di perairan pesisir, hingga semakin sempitnya ruang untuk ekspansi. Untuk mengatasi persoalan tersebut, para insinyur memilih memindahkan budidaya ke laut lepas yang memiliki sirkulasi air lebih baik.

Beroperasi sejak 2020, Havfarm mengusung enam keramba raksasa yang menggantung hingga kedalaman sekitar 56 meter di bawah permukaan laut. Fasilitas ini menggabungkan teknologi perkapalan, rekayasa kelautan, konstruksi lepas pantai, serta sistem otomasi modern dalam satu struktur terpadu.

Berbeda dengan keramba konvensional, Havfarm dirancang menyerupai lambung kapal yang memanjang sehingga mampu membelah gelombang dan mengurangi tekanan dari ombak besar. Struktur tersebut dipadukan dengan sistem turret mooring, yaitu mekanisme tambat berputar yang memungkinkan fasilitas selalu menghadap arah gelombang sehingga beban dapat terdistribusi secara merata dan mengurangi risiko kelelahan material.

Konsep serupa juga diterapkan pada berbagai proyek akuakultur modern lainnya. Salah satunya adalah Ocean Farm 1, yang menggunakan desain semi-submersible berbentuk lingkaran berdiameter sekitar 110 meter agar mampu menghadapi gelombang dari berbagai arah.

Proses pembangunan Havfarm melibatkan sejumlah fasilitas manufaktur. Pelat baja berkekuatan tinggi dipotong menggunakan mesin Computer Numerical Control (CNC), kemudian dirakit melalui sistem pengelasan otomatis. Setiap sambungan diperiksa menggunakan teknologi ultrasonik dan sinar-X guna memastikan tidak terdapat retakan maupun cacat tersembunyi.

Sementara itu, sistem jaring diproduksi secara terpisah menggunakan material polimer berkekuatan tinggi seperti High-Density Polyethylene (HDPE) dan Ultra-High Molecular Weight Polyethylene (UHMWPE). Material tersebut dipilih karena mampu menahan beban besar sekaligus tetap fleksibel mengikuti pergerakan ombak. Pada beberapa fasilitas modern, jaring berbahan paduan tembaga juga digunakan untuk mengurangi pertumbuhan organisme laut dan meminimalkan kebutuhan pembersihan.

Setelah seluruh komponen selesai dirakit, struktur raksasa tersebut ditarik menuju lokasi operasional menggunakan kapal tunda berkekuatan tinggi. Selama proses ini, kecepatan pelayaran, arah angin, pasang surut, dan prakiraan cuaca dihitung secara cermat untuk menjaga stabilitas struktur.

Sebelum dipasang permanen, kendaraan bawah laut tanpa awak atau ROV (Remotely Operated Vehicle) terlebih dahulu memetakan dasar laut dan menentukan titik pemasangan jangkar. Selain sistem turret mooring, sejumlah peternakan modern juga menggunakan suction anchor, yaitu jangkar silinder baja yang ditanam ke dasar laut melalui tekanan negatif tanpa perlu pemancangan.

Havfarm kemudian dilengkapi jaringan sensor bawah laut, kamera pemantau, kabel serat optik, hingga sistem kontrol terpusat yang memantau suhu, salinitas, kadar oksigen, arus laut, dan kondisi struktur secara real-time. Data tersebut dikirim ke pusat operasi di daratan melalui jaringan komunikasi modern sehingga pengawasan dapat dilakukan tanpa harus selalu berada di lokasi.

Siklus budidaya dimulai setelah benih salmon yang telah mencapai fase smolt dipindahkan menggunakan kapal khusus (wellboat) melalui sistem pipa tertutup. Teknologi ini membantu menjaga suhu, kadar oksigen, serta kualitas air sehingga mengurangi stres pada ikan selama proses pemindahan.

Selama masa pemeliharaan yang berlangsung sekitar 16 hingga 24 bulan, kecerdasan buatan (AI) menganalisis data dari sensor dan kamera untuk mengatur pemberian pakan secara otomatis. Robot pembersih juga secara rutin membersihkan jaring, sementara ROV memeriksa kondisi dasar laut, sistem tambat, dan seluruh komponen bawah air guna memastikan fasilitas tetap beroperasi dengan aman.

Ketika salmon telah mencapai bobot sekitar 4 hingga 6 kilogram, proses panen dilakukan secara bertahap melalui sistem pipa tertutup menuju kapal pengangkut. Selanjutnya ikan dibawa ke fasilitas pengolahan untuk menjalani proses pemingsanan yang humanis, pembersihan, penyortiran ukuran, hingga pengemasan sebelum didistribusikan ke berbagai pasar dunia melalui rantai pendingin.

Usai panen, seluruh struktur menjalani inspeksi dan pemeliharaan menyeluruh. Sensor, kamera, sistem kelistrikan, pipa pakan, jaring, hingga komponen baja diperiksa atau diganti jika diperlukan sebelum siklus budidaya berikutnya dimulai.

Ke depan, konsep akuakultur lepas pantai diperkirakan akan terus berkembang melalui proyek-proyek baru seperti Ocean Ark, Guoxin 1, serta model peternakan otonom yang memanfaatkan kecerdasan buatan. Bahkan, sejumlah desain tengah dikembangkan agar mampu bernavigasi secara mandiri menuju perairan dengan kondisi terbaik bagi pertumbuhan ikan, membuka peluang lahirnya “kota terapung” untuk produksi pangan di masa depan.

Tags

Artikel Terkait

Terkini