Citraselebriti – Samsung resmi menghadirkan Galaxy Book 6 Edge, laptop premium terbaru yang membawa peningkatan performa berkat prosesor Snapdragon X2 Elite generasi terbaru. Perangkat ini hadir dengan desain yang lebih tipis, fitur kecerdasan buatan (AI) yang lebih canggih, serta layar Dynamic AMOLED 2X, namun dibanderol dengan harga yang jauh lebih tinggi dibanding pendahulunya.
Galaxy Book 6 Edge dipasarkan mulai US$2.099 atau sekitar Rp34 jutaan (belum termasuk pajak), meningkat sekitar US$650 dibanding Galaxy Book 4 Edge yang diluncurkan pada 2024 dengan harga awal sekitar US$1.450. Kenaikan harga tersebut menjadi salah satu sorotan utama, terutama karena model yang dijual di Amerika Serikat masih dibekali memori RAM 16 GB tanpa pilihan kapasitas yang lebih besar.
Dari sisi desain, Galaxy Book 6 Edge tampil lebih ramping dengan ketebalan hanya 12,3 mm, lebih tipis dibanding pendahulunya yang memiliki ketebalan 15,5 mm. Bobotnya pun sedikit lebih ringan, sekitar 1,53 kilogram, menjadikannya salah satu laptop 16 inci premium yang mudah dibawa bepergian.
Samsung mempertahankan layar Dynamic AMOLED 2X 16 inci beresolusi 2.880 x 1.800 pikseldengan refresh rate adaptif hingga 120 Hz. Layar tersebut kini dilengkapi lapisan anti-reflektif dan perlindungan Gorilla Glass DX untuk meningkatkan daya tahan sekaligus mengurangi pantulan cahaya.
Di sektor dapur pacu, laptop ini mengandalkan Snapdragon X2 Elite X88100 dengan konfigurasi 18 inti CPU. Berdasarkan pengujian awal, chipset terbaru Qualcomm tersebut menunjukkan peningkatan signifikan pada performa single-core maupun multi-core dibanding generasi sebelumnya. Kinerja grafis juga disebut mengalami peningkatan, meski masih berada di bawah GPU Intel Arc B390 maupun Radeon 8060S yang digunakan pada beberapa laptop pesaing.
Samsung juga mengintegrasikan kemampuan AI yang lebih canggih dengan performa hingga 80 TOPS, memungkinkan berbagai fitur berbasis kecerdasan buatan berjalan lebih cepat, termasuk Windows Studio Effects, pemrosesan gambar, hingga optimalisasi sistem secara otomatis.
Untuk kebutuhan produktivitas, Galaxy Book 6 Edge dibekali keyboard full-size dengan numpad, touchpad mekanis, serta layar sentuh yang mendukung navigasi multi-sentuh. Meski demikian, reviewer menilai perjalanan tombol keyboard masih tergolong dangkal sehingga membutuhkan waktu adaptasi bagi sebagian pengguna.
Pilihan konektivitas cukup lengkap dengan hadirnya dua port USB-C 4.0, satu HDMI 2.1, satu USB-A, pembaca kartu microSD, serta jack audio 3,5 mm. Laptop ini juga mendukung Wi-Fi 7 dan dilengkapi baterai berkapasitas 60,6 Wh yang diklaim mampu bertahan hingga 22 jam penggunaan, serta mendukung pengisian cepat 65 watt.
Salah satu aspek yang menuai kritik adalah tingkat kecerahan layar yang hanya mencapai 500 nits, lebih rendah dibanding Galaxy Book 6 Ultra dan Galaxy Book 6 Pro yang mampu mencapai 1.000 nits. Selain itu, kamera depan masih menggunakan resolusi Full HD tanpa dukungan sensor inframerah (IR), sehingga autentikasi biometrik hanya mengandalkan pemindai sidik jari yang terintegrasi pada tombol daya.
Kritik terbesar justru datang dari sisi kemampuan upgrade perangkat. Samsung menggunakan RAM dan media penyimpanan yang disolder langsung ke motherboard, sehingga pengguna tidak dapat menambah kapasitas memori maupun mengganti SSD di kemudian hari. Kebijakan tersebut dinilai menyerupai pendekatan yang selama ini diterapkan Apple pada lini MacBook.
Meski demikian, kualitas konstruksi Galaxy Book 6 Edge mendapat apresiasi berkat bodi berbahan logam yang kokoh, sistem pendingin dua kipas, serta performa yang tetap stabil dengan tingkat kebisingan rendah saat menjalankan beban kerja berat.
Di sektor multimedia, laptop ini mengusung empat speaker hasil penyetelan AKG. Kualitas suaranya dinilai baik untuk kebutuhan hiburan sehari-hari, meskipun masih berada di bawah Galaxy Book 6 Ultra yang dibekali enam speaker.
Secara keseluruhan, Galaxy Book 6 Edge menawarkan peningkatan performa yang signifikan berkat Snapdragon X2 Elite, desain yang semakin tipis, serta pengalaman AI yang lebih modern. Namun, tingginya harga jual, keterbatasan RAM 16 GB di sejumlah wilayah, serta tidak adanya opsi upgrade penyimpanan menjadi faktor yang dapat dipertimbangkan calon pembeli sebelum memutuskan untuk memilikinya.
Artikel Terkait
Lesti Bersyukur Kembali Dipercaya Indosiar di Dangdut Academy 8, Doakan Peserta Tetap Sehat
Soimah Optimistis Dangdut Academy 8 Akan Lahirkan Bintang Baru Berkualitas
Lybethras Tampilkan Kemewahan Busana Renang Berkelanjutan di Miami Swim Week 2026
MYERA Rilis “Wantcha”, Tampilkan Energi Pop Modern dengan Nuansa Percaya Diri