• Minggu, 28/06/2026

Desa Wanghuagou di Shanxi, Permata Tersembunyi Berusia Ratusan Tahun yang Berdiri di Tepi Tebing

- Minggu, 28/06/2026
Desa Wanghuagou di Shanxi, Permata Tersembunyi Berusia Ratusan Tahun yang Berdiri di Tepi Tebing
pegunungan Luyashan, pada ketinggian lebih dari 2.300 meter di atas permukaan laut,

Citraselebriti – Tersembunyi di pegunungan Luyashan, pada ketinggian lebih dari 2.300 meter di atas permukaan laut, terdapat sebuah desa kuno yang seolah menggantung di sisi tebing. Desa bernama Wanghuagou Village ini menjadi salah satu destinasi unik di Provinsi Shanxi, dengan sejarah yang diperkirakan telah mencapai lebih dari 600 tahun menurut penduduk setempat.

Keunikan Wanghuagou terletak pada tata letaknya yang mengikuti kontur ngarai. Rumah-rumah batu dibangun menempel pada dinding tebing dan dihubungkan oleh jalur pejalan kaki dari kayu yang membentang sepanjang sekitar 300 meter. Dari kejauhan, seluruh desa tampak melayang di udara, berpadu dengan air terjun yang mengalir tepat di tengah permukiman.

Pembawa acara Xiaoxue mengungkapkan bahwa desa tersebut menawarkan suasana yang jauh dari hiruk-pikuk perkotaan. Udara pegunungan yang sejuk, suara burung di pagi hari, serta gemericik air terjun menciptakan suasana tenang yang membuat waktu seolah berjalan lebih lambat.

Saat menjelajahi desa, Xiaoxue berbincang dengan sejumlah warga lanjut usia. Salah seorang warga mengatakan bahwa desa itu telah berdiri selama lebih dari enam abad. Meski asal-usul pasti pendiriannya tidak lagi diketahui, masyarakat telah hidup berdampingan dengan alam selama bergenerasi, membangun rumah menggunakan batu dan kayu yang tersedia di sekitar pegunungan.

Material bangunan di Wanghuagou hampir seluruhnya berasal dari lingkungan sekitar. Dinding rumah disusun dari batu alam tanpa banyak menggunakan semen, sementara fondasinya dibuat tinggi untuk menyesuaikan kondisi lereng yang curam. Beberapa rumah masih mempertahankan bentuk aslinya, termasuk model bangunan bertingkat yang menyerupai rumah panggung, sesuatu yang tergolong langka di wilayah utara China.

Selain menjadi permukiman, Wanghuagou kini berkembang sebagai destinasi wisata. Meski demikian, pengembangannya dilakukan secara terbatas sehingga karakter asli desa tetap terjaga. Beberapa keluarga membuka usaha agrowisata, kedai mi, hingga menjual jamur liar dan tanaman obat yang dipanen dari pegunungan.

Kuliner khas setempat juga menjadi daya tarik tersendiri. Warga lebih banyak mengonsumsi mi dibanding nasi. Salah satu hidangan yang diperkenalkan kepada wisatawan adalah mi berbahan kacang-kacangan dengan tekstur kenyal yang disajikan bersama jamur liar hasil hutan.

Seorang warga menjelaskan bahwa sebelum akses jalan dibangun, seluruh kebutuhan sehari-hari harus diangkut dengan tenaga manusia melalui jalur setapak menuju desa. Kini, akses menuju Wanghuagou telah jauh lebih mudah, meski jumlah penduduk tetap relatif sedikit, yakni sekitar 20 orang yang masih menetap secara permanen. Sebagian besar generasi muda memilih merantau untuk bekerja di luar desa.

Air terjun yang mengalir di tengah desa tidak hanya menjadi panorama utama, tetapi juga merupakan sumber air pegunungan yang menopang kehidupan masyarakat setempat. Di bawahnya terbentuk kolam alami berbentuk menyerupai hati yang menjadi lokasi favorit wisatawan untuk berfoto.

Masyarakat setempat juga mengenal sebuah legenda yang mengaitkan desa ini dengan akhir pemerintahan Chongzhen Emperor. Konon, setelah runtuhnya Fall of the Ming dynasty, salah seorang pangeran bersama pengikutnya melarikan diri ke kawasan pegunungan Shanxi dan menetap di wilayah tersebut. Meski demikian, warga mengakui kisah tersebut hanya diwariskan secara lisan dan belum memiliki bukti sejarah yang kuat.

Dengan perpaduan rumah-rumah batu yang menggantung di tebing, jalur kayu tradisional, air terjun alami, serta suasana pegunungan yang asri, Wanghuagou menjadi salah satu desa kuno paling unik di Shanxi. Keindahan alam dan kehidupan masyarakat yang masih mempertahankan tradisi menjadikan desa ini layak disebut sebagai surga tersembunyi di tengah pegunungan China.

Tags

Artikel Terkait

Terkini