• Jum'at, 19/06/2026

Yoan Cocohamida Ungkap Kedekatan dengan Ridho Khaliq di Film “Tanah Runtuh”

- Jum'at, 19/06/2026
 Yoan Cocohamida Ungkap Kedekatan dengan  Ridho Khaliq di Film “Tanah Runtuh”
Yoan dan Ridho saa adegan dalam film Tanah Runtuh

Citraselebriti – Aktor muda Yoan Cocohamida mengungkapkan proses membangun chemistry dengan lawan mainnya, Ridho Khaliq dalam film Tanah Runtuh garapan sutradara Rudi Soedjarwo dan produser Denny Siregar. Dalam film yang mengangkat latar konflik Poso tahun 2005 tersebut, Yoan berperan sebagai Kai, adik dari karakter Ringgo yang diperankan Ridho.

Menurut Yoan, kedekatan mereka tidak hanya dibangun saat kamera mulai merekam adegan, tetapi juga melalui berbagai aktivitas bersama di luar proses syuting. Ia dan Ridho sengaja menghabiskan banyak waktu bersama agar hubungan kakak-adik yang ditampilkan di layar terasa alami.

“Chemistry itu enggak dibangun hanya saat sutradara bilang action. Di luar syuting pun kami sering jalan bareng, naik motor, makan mi instan bersama, bahkan saling mendukung kegiatan satu sama lain,” ujar Yoan.

Ia menceritakan bahwa hubungan mereka berlanjut bahkan setelah proses produksi selesai. Ketika Yoan tampil dalam sebuah acara, Ridho datang memberikan dukungan. Sebaliknya, Yoan juga hadir saat Ridho mengikuti kompetisi tari hingga berhasil meraih juara.

Bagi Yoan, Ridho merupakan sosok yang sangat ceria dan selalu membawa energi positif di lokasi syuting. Ia menggambarkan karakter Ridho sebagai pribadi yang penuh semangat dan memiliki hati yang besar.

“Kalau Ridho digambarkan sebagai warna, dia itu warna kuning. Ceria banget. Saat saya merasa lelah atau kurang nyaman di lokasi syuting, dia sering menjadi support system yang menyemangati saya,” katanya.

Lebih lanjut, Yoan menilai Tanah Runtuh bukan sekadar film drama sejarah, tetapi juga membawa pesan kuat tentang persatuan dan pentingnya merangkul perbedaan. Menurutnya, film ini mengajak penonton untuk melihat keberagaman sebagai kekayaan, bukan sebagai alasan untuk saling memusuhi.

“Film ini punya pesan yang sangat penting. Rangkul sebanyak-banyaknya orang di sekitar kita. Jangan menganggap perbedaan sebagai kekurangan, tetapi sebagai kekayaan bangsa yang harus dijaga bersama,” ungkapnya.

Film Tanah Runtuh sendiri menyoroti perspektif anak-anak yang dipaksa menghadapi konflik dan diskriminasi di usia yang seharusnya masih dipenuhi keceriaan. Yoan mengaku tema tersebut menjadi tantangan tersendiri karena karakter yang dimainkan harus menghadapi persoalan besar yang bahkan sulit dipahami oleh orang dewasa.

Selain membangun chemistry dengan Ridho, Yoan juga berbagi pengalaman bekerja bersama aktor senior Vino G. Bastian. Menurutnya, pendekatan yang dilakukan berbeda karena Vino memiliki pengalaman lebih dalam memahami karakter anak-anak.

Yoan juga mengungkapkan arahan khusus dari sutradara Rudi Soedjarwo selama proses syuting. Sang sutradara meminta para pemain untuk tidak sekadar memainkan adegan, melainkan menciptakan peristiwa yang terasa nyata.

“Pak Rudi selalu bilang jangan hanya membuat scene, tapi ciptakan sebuah peristiwa. Jadi yang direkam kamera bukan sekadar adegan, melainkan momen yang benar-benar hidup,” tuturnya.

Melalui kisah persahabatan, keluarga, dan perjuangan anak-anak di tengah konflik Poso 2005, Tanah Runtuh diharapkan dapat menjadi refleksi bagi masyarakat tentang pentingnya toleransi, persatuan, dan kemanusiaan.

Tags

Artikel Terkait

Terkini