Citraselebriti – Badan Narkotika Nasional (BNN) RI memberikan apresiasi tinggi terhadap film Maju: Jejak Pahit di Kembang Gula yang dinilai menjadi salah satu media edukasi kreatif dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan anak dan remaja.
Hal tersebut disampaikan Deputi Bidang Pencegahan BNN RI, Irjen Pol. Muhammad Zainul Muttaqien, saat menghadiri pemutaran film tersebut. Dalam sambutannya, ia menyampaikan penghargaan kepada seluruh jajaran produser, penulis naskah, kru, serta para pemain yang terlibat dalam produksi film.
Menurut Zainul, kehadiran film Maju merupakan bentuk nyata dukungan terhadap implementasi Asta Cita Presiden RI, khususnya poin ketujuh yang berfokus pada upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba.
“Hari ini kita menonton film Maju sebagai bentuk implementasi Asta Cita ketujuh Presiden Prabowo, yaitu pencegahan dan pemberantasan narkoba. Film ini merupakan karya anak bangsa yang memiliki pesan edukatif yang sangat kuat,” ujarnya di Metropol, Jakarta Pusat, Senin (15/6).
Ia juga menjelaskan bahwa BNN memiliki program nasional bernama Ananda Bersinar (Aksi Nasional Anti Narkoba Dimulai dari Anak). Karena itu, film Maju dinilai sejalan dengan visi Indonesia Bersinar atau Indonesia Bersih dari Narkoba.
Dalam kesempatan tersebut, Zainul mengungkapkan data survei tahun 2023 yang dilakukan BRIN, BPS, dan sejumlah kementerian terkait. Berdasarkan data tersebut, terdapat sekitar 3,3 juta jiwa yang terpapar narkoba di Indonesia. Dari jumlah tersebut, sekitar 312 ribu orang berasal dari kelompok usia 15 hingga 24 tahun.
“Ini menjadi tantangan besar bagi kita semua. Jika Indonesia ingin mewujudkan Indonesia Emas 2045, maka generasi mudanya harus terlindungi dari bahaya narkoba,” katanya.
Ia mengajak masyarakat untuk menjadikan film Maju sebagai sarana edukasi keluarga sekaligus kampanye bersama dalam memerangi penyalahgunaan narkotika.
Zainul juga menjelaskan bahwa BNN bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah meluncurkan program IKAN Sekolah Bersinar atau Integrasi Kurikulum Anti Narkoba Bersih dari Narkoba. Program tersebut memasukkan materi edukasi bahaya narkoba ke dalam beberapa mata pelajaran seperti Pendidikan Agama, Pendidikan Kewarganegaraan, Biologi, serta Pendidikan Jasmani dan Olahraga.
Selain pendekatan penegakan hukum (hard power approach), BNN juga mengedepankan pendekatan lunak (soft power approach) melalui pendidikan karakter dan edukasi sejak usia dini, mulai dari PAUD hingga perguruan tinggi.
Film Maju: Jejak Pahit di Kembang Gula sendiri mengangkat kisah empat sahabat, yakni Kirana, Hana, Gerald, dan Bagas, yang berangkat untuk melakukan survei lokasi kegiatan jambore bersama guru mereka, Pak Wira.
Perjalanan yang awalnya penuh semangat berubah menjadi misteri ketika Bagas menghilang secara tiba-tiba setelah mereka tiba di lokasi perkemahan. Satu-satunya petunjuk yang tersisa hanyalah sepotong kembang gula favorit Bagas. Dari situlah ketiga sahabatnya memulai pencarian yang membawa mereka pada jejak pahit yang berkaitan dengan bahaya narkotika.
Film produksi Panen Entertainment ini seluruh proses pengambilan gambarnya dilakukan di Yogyakarta dan melibatkan talenta-talenta muda asal kota tersebut. Para pemain muda juga turut mengisi soundtrack film yang terdiri dari lagu tema berjudul Maju serta lagu persahabatan Teman Selalu.
Menariknya, sebelum tayang nasional pada 6 Agustus 2026, film ini telah mencatatkan prestasi di berbagai ajang internasional. Maju berhasil meraih penghargaan Best Feature Film serta masuk dalam nominasi dan seleksi resmi sejumlah festival film anak internasional, termasuk di Kanada dan festival film keluarga internasional lainnya.
Film ini disutradarai oleh Franklin Darmadi, diproduseri Silvia Yunita, dengan skenario karya Dedey Natalie. Deretan pemainnya antara lain Sarah Sechan, Bukie B. Mansyur, Unang Bagito, Princesza Leticia, Bebe Gracia, Axandro J. ED, Aradhana Rahadi, dan Alby Ersani.
Melalui kisah petualangan yang dekat dengan kehidupan remaja, Maju: Jejak Pahit di Kembang Guladiharapkan dapat menjadi tontonan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan edukasi mengenai bahaya narkoba bagi generasi muda Indonesia.
Artikel Terkait
BNN Apresiasi Film “Maju: Jejak Pahit Si Kembang Gula”, Jadi Media Edukasi Bahaya Narkoba untuk Generasi Muda
Axandro J. ED Akui Kesulitan Kuasai Logat dalam Debut Film “Maju: Jejak Pahit Si Kembang Gula”
Film Aksi “Código: Vingança” Sajikan Misi Penyelamatan Penuh Bahaya dan Balas Dendam
Kreasi Pare Kukus Isi Telur, Hidangan Sehat dengan Tampilan Elegan ala Restoran