Citraselebriti – Musisi multi-platinum Bebe Rexha resmi merilis album terbarunya bertajuk DIRTY BLONDE, yang menjadi proyek penuh pertamanya sebagai musisi independen. Album ini menandai babak baru dalam perjalanan karier Bebe setelah mendapatkan kembali kebebasan kreatif untuk berkarya tanpa campur tangan label mayor.
Menghadirkan 13 lagu, DIRTY BLONDE memadukan energi musik dansa dengan lagu-lagu yang intim dan emosional. Melalui album ini, Bebe menunjukkan sisi dirinya yang paling jujur, tanpa filter dan tanpa kompromi.
“‘DIRTY BLONDE’ sangat berarti bagiku, bahkan lebih besar dari yang kubayangkan. Membuat album ini mengingatkanku mengapa aku jatuh cinta pada musik. Aku bebas mengikuti instingku, mengambil risiko, dan menciptakan sesuatu yang benar-benar terasa milikku,” ujar Bebe Rexha.
Sejak awal 2026, Bebe menjalin kerja sama dengan EMPIRE yang memberinya kendali penuh atas arah kreatif dan artistiknya. Kebebasan tersebut menjadi fondasi utama album yang disebut sebagai karya paling personal sepanjang kariernya.
Album dibuka dengan “Hysteria”, single yang dirilis lebih dahulu pada April lalu. Lagu bernuansa techno tersebut menjadi gerbang menuju dunia DIRTY BLONDE dengan energi eksplosif dan vokal yang kuat.
Nuansa berbeda hadir lewat “Tokyo” yang menggabungkan elemen UK garage dan pop modern. Lagu ini memperlihatkan keberanian Bebe mengeksplorasi berbagai warna musik tanpa kehilangan identitasnya.
Salah satu sorotan utama album adalah “New Religion”, kolaborasi bersama grup dance legendaris Faithless. Terinspirasi dari lagu ikonik “Insomnia”, Bebe mengemasnya menjadi anthem lantai dansa modern yang telah meraih lebih dari 20 juta stream di Spotify.
“‘New Religion’ adalah bentuk kebebasanku di lantai dansa. Lagu ini tentang melepaskan diri dan tenggelam dalam musik. Saat menulisnya aku sedang berada di masa yang sulit, dan musik menjadi satu-satunya hal yang tidak pernah meninggalkanku,” ungkapnya.
Di bagian tengah album, Bebe menunjukkan sisi paling berani lewat “S.H.I.T.” yang sarat kejujuran dan sikap tanpa kompromi. Sementara “Çike Çike” menghadirkan sentuhan house funky yang segar dan eksperimental.
Album ini juga memperlihatkan sisi rapuh sang penyanyi melalui lagu-lagu seperti “I Like You Better Than Me”, yang bercerita tentang mencintai seseorang hingga mengabaikan diri sendiri, serta “Drink and a Little Love” dan “One Day” yang dipenuhi refleksi dan harapan.
Memasuki paruh akhir album, Bebe menghadirkan “Time”, “The Way I Want You”, hingga “Nobody’s There” yang menjadi salah satu momen paling introspektif dalam proyek ini. Suasana kemudian berlanjut ke “Night Falls” sebelum mencapai klimaks melalui “Sad Girls”, lagu penutup yang menampilkan kolaborasi bersama DJ dan produser ternama David Guetta.
Dengan sentuhan progressive house khas David Guetta dan vokal emosional Bebe, “Sad Girls” menjadi anthem bagi mereka yang memilih bangkit dan tetap menari di tengah rasa sakit.
Melalui DIRTY BLONDE, Bebe Rexha menunjukkan bahwa kebebasan berkarya bukan sekadar pilihan, melainkan kebutuhan bagi seorang seniman. Album ini menjadi representasi dirinya yang paling autentik—berani, jujur, dan sepenuhnya berada dalam kendalinya sendiri.
Daftar Lagu ‘DIRTY BLONDE’
1 Hysteria
2 Tokyo
3 New Religion (with Faithless)
3 S.H.I.T.
4 Çike Çike
5 I Like You Better Than Me
6 Drink and a Little Love
7 One Day
8 Time
9 The Way I Want You
10 Nobody’s There
11 Night Falls
12 Sad Girls (feat. David Guetta)
Artikel Terkait
“Chikiri Chikiri” Ramaikan Industri Musik Bollywood, Tampilkan Chemistry Ram Charan dan Janhvi Kapoor
Seniman Korea Selatan Tabrak Batas Tradisi, Karya-Karya Eksperimental Jadi Sorotan di Ulsan Art Fair 2026
Jennifer Lopez Bangga dengan Perjalanan Membesarkan Anak Kembarnya hingga Diterima di Perguruan Tinggi Impian
Stella McCartney Tampilkan Koleksi Fall/Winter 2026/27 yang Elegan di Paris Fashion Week