• Jum'at, 12/06/2026

Raffi Ahmad Bantah Tuduhan Impor Ilegal, Soroti Bahaya Hoaks dan Manipulasi AI

- Kamis, 11/06/2026
 Raffi Ahmad  Bantah Tuduhan Impor Ilegal, Soroti Bahaya Hoaks dan Manipulasi AI
Pengacara Hotman Paris Dampingi Raffi Ahmad

Citraselebriti – Raffi Ahmad bersama pengacara Hotman Paris Hutapea angkat bicara terkait isu yang menyeret namanya dalam dugaan praktik impor barang dari luar negeri. Dalam konferensi pers, keduanya menegaskan bahwa informasi yang beredar merupakan fitnah yang dipicu oleh kesalahpahaman dan diperparah oleh penyebaran hoaks di media sosial.

Raffi menyoroti maraknya penyebaran informasi palsu yang menurutnya semakin berbahaya di era kecerdasan buatan (AI). Ia mengingatkan bahwa teknologi saat ini memungkinkan manipulasi gambar, video, hingga narasi yang dapat menyesatkan publik.

“Hoaks adalah salah satu musuh yang bisa memisahkan masyarakat dan menimbulkan pertikaian. Sekarang ini kita bisa diadu domba hanya oleh satu berita yang tidak benar. Apalagi sudah ada AI dan berbagai bentuk kejahatan siber yang harus kita waspadai bersama,” ujar Raffi.

Menurutnya, generasi muda perlu dibekali kemampuan literasi digital agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. Ia menilai perang melawan hoaks saat ini tidak lagi menggunakan cara-cara konvensional, melainkan menghadapi serangan informasi melalui media sosial dan buzzer.

Hotman Paris turut mendukung pernyataan Raffi. Ia mencontohkan bagaimana tokoh-tokoh dunia, termasuk Presiden Amerika Serikat dan sejumlah pemimpin negara lainnya, kerap menjadi korban manipulasi konten berbasis AI yang tampak seolah-olah nyata.

Dalam kesempatan tersebut, Hotman juga membeberkan sejumlah bukti percakapan yang disebut berasal dari pihak terkait kasus tersebut. Salah satu pesan yang ditunjukkan berisi pengakuan penyesalan karena Raffi disebut menolak tawaran pemberian barang secara cuma-cuma.

“Kalau memang barang itu diberikan gratis dan ditolak, lalu bagaimana bisa muncul tuduhan bahwa Raffi terlibat dalam praktik impor ilegal atau mengelabui bea cukai?” kata Hotman.

Untuk memperkuat klarifikasi, Hotman menghadirkan kesaksian dari presenter dan aktor Gading Marten yang saat itu berada bersama Raffi di Amerika Serikat.

Gading menjelaskan bahwa pertemuan dengan pihak toko hanya berlangsung singkat dan terjadi secara kebetulan. Saat itu mereka sedang makan di sebuah restoran Indonesia sebelum diajak berfoto oleh sejumlah warga Indonesia yang berada di lokasi.

“Setelah foto-foto, ada obrolan ringan seperti biasa. Mereka sempat menawarkan bantuan jika ingin memasukkan barang ke Indonesia, tapi itu hanya basa-basi. Tidak ada transaksi, tidak ada pemesanan, bahkan kami tidak saling bertukar nomor telepon,” ujar Gading.

Ia menegaskan bahwa dirinya bahkan baru mengetahui nama toko tersebut setelah kasus tersebut ramai dibicarakan di media sosial.

Raffi juga menepis anggapan bahwa dirinya membutuhkan jasa impor untuk membeli telepon genggam dari luar negeri.

“Kalau saya mau beli iPhone, untuk apa jauh-jauh ke Amerika? Bisa beli di Indonesia,” ujarnya.

Menurut Hotman, inti persoalan sebenarnya hanya berawal dari percakapan singkat seorang staf toko yang menawarkan untuk mengirimkan satu unit telepon genggam yang saat itu belum tersedia di Indonesia. Namun, percakapan tersebut kemudian berkembang menjadi isu besar yang memicu berbagai spekulasi.

“Fakta yang terjadi hanya satu, ada basa-basi dari staf toko yang menawarkan mengirimkan satu handphone karena saat itu belum ada di Indonesia. Hanya sebatas itu. Tapi kemudian seluruh Indonesia seolah-olah diguncang oleh isu tersebut,” kata Hotman.

Raffi menegaskan bahwa dirinya merasa perlu memberikan klarifikasi secara terbuka karena saat ini mengemban amanah dari negara. Ia mengaku tidak ingin kesalahpahaman yang beredar terus berkembang dan menimbulkan persepsi negatif di masyarakat.

“Saya tidak takut menghadapi tuduhan. Tetapi karena sekarang saya dipercaya mengemban amanah, saya merasa harus meluruskan semua informasi yang tidak benar dengan fakta yang sebenar-benarnya,” tuturnya.

Di akhir konferensi pers, Raffi dan Hotman kembali mengingatkan masyarakat agar lebih kritis dalam menerima informasi yang beredar di media sosial serta tidak mudah terprovokasi oleh konten yang belum terverifikasi kebenarannya.

Tags

Artikel Terkait

Terkini