Erin Taulany Sebut Anak-anaknya Terganggu Imbas Polemik dengan ART, Kuasa Hukum Minta Proses Hukum Dihormati

- Rabu, 03/06/2026
 Erin Taulany Sebut Anak-anaknya Terganggu Imbas Polemik dengan ART, Kuasa Hukum Minta Proses Hukum Dihormati
Pengacara Misyal Achmad dan Erin Taulany

Jakarta – Erin Taulany mengungkapkan bahwa polemik hukum yang tengah dihadapinya berdampak pada kondisi psikologis anak-anaknya. Menurut Erin, pemberitaan yang terus berkembang membuat anak-anaknya merasa tidak nyaman dan mengganggu konsentrasi mereka, terutama di tengah masa ujian sekolah.

“Anak-anak kan sudah cukup besar, mereka tahu soal masalah ini. Pasti ada rasa malu, enggak enak, atau marah,” ujar Erin saat ditemui di kawasan Pangeran Antasari, Jakarta Selatan, Rabu (3/6).

Erin menjelaskan bahwa salah satu anaknya yang duduk di kelas 12 sedang menjalani masa ujian. Karena itu, sorotan publik terhadap kasus yang menimpanya dinilai cukup memengaruhi fokus belajar anak-anaknya.

“Agak terganggu dengan adanya pemberitaan seperti ini. Jadi kurang fokus juga. Tapi saya tetap merangkul anak saya dan bilang bahwa mama akan membuktikan kalau semua ini tidak benar,” katanya.

Sementara itu, kuasa hukum Erin, Misyal Achmad, menilai persoalan yang kini bergulir seharusnya dapat diselesaikan melalui komunikasi sebelum berujung pada laporan hukum. Ia menegaskan bahwa pihak pelapor kini memiliki kewajiban untuk membuktikan seluruh tuduhan yang telah disampaikan.

“Ini baru pendapat dari pihak ART bahwa dia merasa dizalimi. Harusnya duduk dan berbicara baik-baik dulu, bukan langsung membuat laporan yang kemudian berkembang ke mana-mana. Sekarang mereka punya kewajiban untuk membuktikan laporan itu,” ujar Misyal.

Menurutnya, proses hukum yang sedang berjalan harus dihormati dan dibuktikan berdasarkan fakta serta aturan yang berlaku.

“Kalau perkara ini tetap berjalan, silakan dibuktikan secara hukum yang benar. Nanti di akhirnya kita bisa melihat hasilnya,” tuturnya.

Misyal juga menyoroti berkembangnya opini publik yang dinilainya mulai melebar dari substansi perkara. Ia mengingatkan agar masyarakat tidak serta-merta menghakimi seseorang hanya berdasarkan status sosial atau ekonomi.

“Semua orang punya kedudukan yang sama di mata hukum. Jangan sampai ada anggapan orang kaya pasti zalim atau pasti salah. Semua kembali kepada pribadi masing-masing,” katanya.

Lebih lanjut, Misyal mengungkapkan bahwa dirinya telah meminta Erin untuk tidak lagi memberikan banyak pernyataan kepada publik agar persoalan tidak semakin liar.

“Saya minta Mbak Erin untuk tidak berstatement lagi. Ini yang terakhir. Proses hukum silakan berjalan,” ujarnya.

Meski demikian, Misyal menegaskan bahwa pihaknya tidak memiliki niat untuk memenjarakan mantan asisten rumah tangga yang melaporkan kliennya tersebut. Namun, ia menilai hak-hak Erin yang menurutnya telah dirugikan juga perlu diperjuangkan.

“Saya tidak berniat memenjarakan pembantu ini. Beliau juga mencari nafkah. Tapi di sisi lain ada hak-hak orang yang terampas dan harus kami perjuangkan,” kata Misyal.

Ia berharap seluruh pihak, termasuk kuasa hukum pelapor dan para pemangku kepentingan, dapat mengedepankan dialog serta penyelesaian yang proporsional sesuai koridor hukum yang berlaku.

Tags

Artikel Terkait

Terkini