• Minggu, 31/05/2026

Bus Tabrak Antrean Kendaraan di Virginia, NTSB Selidiki Faktor Sopir dan Zona Konstruksi

- Minggu, 31/05/2026
 Bus Tabrak Antrean Kendaraan di Virginia, NTSB Selidiki Faktor Sopir dan Zona Konstruksi
Dewan Keselamatan Transportasi Nasional Amerika Serikat (NTSB)

STAFFORD – Dewan Keselamatan Transportasi Nasional Amerika Serikat (NTSB) meluncurkan investigasi menyeluruh terkait kecelakaan beruntun yang melibatkan sedikitnya tujuh kendaraan di Interstate 95 dekat Stafford, Virginia, yang menewaskan lima orang dan menyebabkan sejumlah korban luka serius.

Anggota dewan NTSB, Tom Chapman, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan mengapresiasi upaya aparat penegak hukum, petugas tanggap darurat, serta tenaga medis yang menangani insiden tersebut.

Berdasarkan informasi awal, kecelakaan terjadi sekitar pukul 02.35 dini hari waktu setempat pada Jumat, 29 Mei. Sebuah bus antarkota yang dioperasikan perusahaan E&P Travel dari Kings Mountain, Carolina Utara, sedang mengangkut penumpang dari New York menuju Carolina Utara ketika mendekati area pekerjaan jalan di sekitar penanda mil 146 di Interstate 95, Stafford, Virginia.

Saat kejadian, lajur kanan dan tengah jalur selatan ditutup karena pekerjaan konstruksi sehingga seluruh kendaraan diarahkan ke lajur kiri. Kondisi tersebut menyebabkan antrean panjang kendaraan. Namun, bus tersebut diduga gagal merespons lalu lintas yang melambat dan berhenti di depannya sebelum akhirnya menabrak bagian belakang antrean kendaraan.

Tabrakan itu memicu kecelakaan beruntun yang melibatkan beberapa kendaraan lainnya. Menurut laporan petugas penyelamat setempat, lima penumpang kendaraan yang berada dalam antrean lalu lintas meninggal dunia. Sementara itu, sejumlah korban lainnya, termasuk pengemudi bus, mengalami luka-luka dan beberapa di antaranya dalam kondisi serius.

NTSB menegaskan investigasi yang dilakukan merupakan penyelidikan keselamatan transportasi dan berjalan paralel dengan penyelidikan kriminal yang dilakukan Kepolisian Negara Bagian Virginia.

Tim investigasi NTSB terdiri atas enam kelompok spesialis yang akan meneliti berbagai aspek kecelakaan, mulai dari keselamatan penumpang, faktor manusia, kondisi jalan raya, kondisi teknis kendaraan, operasional perusahaan angkutan, hingga rekonstruksi kecelakaan.

Penyelidik juga akan memeriksa kemungkinan faktor kelelahan pengemudi, penggunaan obat-obatan atau alkohol, pelatihan pengemudi, beban kerja, serta kondisi kesehatan yang mungkin memengaruhi kemampuan mengemudi sebelum kecelakaan terjadi.

Selain itu, NTSB akan mengevaluasi desain zona konstruksi, efektivitas rambu-rambu peringatan, penggunaan papan batas kecepatan variabel, hingga pemantauan antrean kendaraan yang terbentuk akibat penutupan lajur.

Aspek teknis kendaraan juga menjadi perhatian utama. Tim akan memeriksa sistem pengereman, kemudi, suspensi, serta kemungkinan keberadaan teknologi keselamatan seperti Automatic Emergency Braking (AEB) yang dapat membantu mencegah tabrakan.

Dalam sesi tanya jawab dengan media, Chapman mengatakan pihaknya masih mengumpulkan bukti berupa rekaman kamera kendaraan, video saksi mata, serta data elektronik dari kendaraan yang terlibat. Data tersebut diharapkan dapat membantu mengungkap kecepatan bus, aktivitas pengereman, dan kondisi kendaraan sesaat sebelum tabrakan.

NTSB juga tengah menelusuri riwayat pengemudi bus, termasuk aktivitas selama 72 jam sebelum kecelakaan. Penyelidikan mencakup pola istirahat, potensi gangguan konsentrasi, penggunaan obat-obatan, hingga faktor lain yang dapat memengaruhi kinerja pengemudi.

Meski demikian, NTSB menegaskan masih terlalu dini untuk menyimpulkan penyebab kecelakaan maupun menentukan apakah terdapat pelanggaran tertentu. Lembaga tersebut menyatakan fokus utama saat ini adalah mengumpulkan fakta dan memahami seluruh faktor yang berkontribusi terhadap tragedi tersebut.

Tim investigasi diperkirakan akan berada di lokasi selama lima hingga tujuh hari. Laporan awal investigasi dijadwalkan terbit dalam waktu 30 hari, sementara laporan final beserta rekomendasi keselamatan diperkirakan membutuhkan waktu antara 12 hingga 24 bulan untuk diselesaikan.

NTSB juga mengimbau masyarakat yang memiliki informasi, rekaman video, atau bukti lain terkait kecelakaan agar menghubungi lembaga tersebut guna membantu proses penyelidikan.

“Kami ingin mengetahui bukan hanya apa yang terjadi, tetapi juga mengapa hal itu terjadi, sehingga langkah-langkah pencegahan dapat diterapkan untuk menghindari tragedi serupa di masa depan,” ujar Chapman.

Tags

Artikel Terkait

Terkini