Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu Serukan Wajib Militer bagi Warga yang Tidak Menempuh Studi Taurat

- Kamis, 28/05/2026
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu Serukan Wajib Militer bagi Warga yang Tidak Menempuh Studi Taurat
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu

Pidato terbaru Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, kembali memicu perhatian publik setelah ia menegaskan pentingnya wajib militer bagi warga Israel yang tidak menjalani pendidikan Taurat secara penuh. Pernyataan itu disampaikan dalam sebuah acara yang dihadiri kelompok religius dan para lulusan pelatihan militer komunitas ultra-Ortodoks.

Dalam pidatonya, Netanyahu mengatakan dirinya sangat menghormati tradisi pembelajaran Taurat yang telah diwariskan turun-temurun oleh leluhur bangsa Israel. Namun ia menekankan bahwa mereka yang tidak fokus mendalami Taurat harus ikut menjalani wajib militer demi menjaga keamanan negara.

“Siapa yang tidak belajar Taurat, wajib untuk direkrut,” ujar Netanyahu dalam pidatonya.

Ia juga menyoroti pentingnya menjaga identitas religius para tentara ultra-Ortodoks selama menjalani dinas militer. Menurutnya, mereka harus tetap bisa mempertahankan gaya hidup keagamaan setelah bergabung dengan militer Israel.

Netanyahu memuji para peserta program yang disebutnya mampu menggabungkan kehidupan religius dengan pengabdian militer. Ia menyebut mereka sebagai penerus semangat “Hasmonean” atau pejuang Yahudi kuno yang dianggap simbol keberanian dan iman bangsa Israel.

“Kalian memegang pedang Daud, bertugas sekaligus tetap belajar. Itulah yang memperkuat kita lebih dari apa pun,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Netanyahu mengaku terharu melihat perkembangan para peserta yang sebelumnya masih mengikuti kursus perwira dan kini telah menjadi lulusan. Ia menyebut mereka sebagai pelopor yang akan diikuti generasi berikutnya.

Selain membahas wajib militer, Netanyahu juga menyinggung situasi perang yang masih berlangsung di berbagai front. Ia menyatakan Israel saat ini masih berada di tengah konflik besar di tujuh medan berbeda.

“Kita memang telah mencapai banyak keberhasilan besar, tetapi perjuangan belum selesai,” ujarnya.

Menurut Netanyahu, kekuatan Israel bukan hanya berasal dari teknologi militer dan persenjataan modern, melainkan juga dari semangat, keyakinan, dan warisan perjuangan bangsa Yahudi.

Pidato tersebut muncul di tengah meningkatnya perdebatan di Israel mengenai kewajiban militer bagi komunitas ultra-Ortodoks, yang selama bertahun-tahun banyak mendapat pengecualian dari wajib militer karena alasan pendidikan agama.

Tags

Artikel Terkait

Terkini