Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan bahwa situasi di wilayah Palestina, khususnya Gaza dan Tepi Barat, semakin berada dalam kondisi genting di tengah berlanjutnya konflik, kekerasan, dan krisis kemanusiaan. Pernyataan itu disampaikan dalam sidang Dewan Keamanan PBB yang membahas perkembangan terbaru di kawasan tersebut.
Dalam pidatonya, pejabat tinggi PBB menegaskan bahwa masyarakat Gaza “tidak sanggup menghadapi perang lagi” dan menyerukan agar segala bentuk eskalasi baru harus dihindari. PBB juga meminta implementasi penuh resolusi Dewan Keamanan terkait gencatan senjata dan pemulihan Gaza dilakukan tanpa penundaan.
PBB menyebut proses menuju fase kedua gencatan senjata masih terus berlangsung, namun muncul kekhawatiran adanya dorongan dari sejumlah pihak untuk kembali melanjutkan permusuhan bersenjata. Menurut PBB, langkah tersebut akan membawa konsekuensi bencana bagi warga sipil di Gaza.
Selain menyerukan penghentian kekerasan, PBB menekankan pentingnya pelaksanaan rencana komprehensif yang mencakup perlucutan kelompok bersenjata Hamas, penarikan pasukan Israel, hingga pembentukan mekanisme stabilisasi internasional di Gaza. Pemerintahan transisi Gaza juga disebut perlu dijalankan bersama Otoritas Palestina.
Di lapangan, kondisi kemanusiaan disebut masih sangat memprihatinkan. Serangan udara Israel dilaporkan terus terjadi hampir setiap hari, sementara masyarakat Gaza masih bergantung pada bantuan kemanusiaan untuk bertahan hidup. Meski pembukaan kembali perlintasan Zikim dan peningkatan terbatas bantuan diapresiasi, distribusi bantuan disebut tetap terhambat oleh pembatasan akses dan minimnya pasokan penting.
PBB juga mengungkapkan bahwa kekurangan bahan bakar, suku cadang, pestisida, hingga perlengkapan kesehatan memperburuk risiko kesehatan publik di Gaza. Dari kebutuhan dana kemanusiaan sebesar lebih dari 4 miliar dolar AS, baru sekitar 540 juta dolar yang berhasil dihimpun.
Di tengah situasi sulit tersebut, PBB menyoroti ketahanan warga Gaza yang tetap berusaha bangkit. Dalam kunjungannya ke Gaza, pejabat PBB menyaksikan kebun pangan yang dikelola perempuan untuk membantu kebutuhan keluarga dan pasar lokal. Organisasi perempuan dan komite anak-anak Gaza juga menyerukan hak anak-anak untuk hidup aman dan terbebas dari kekerasan.
Sementara itu, situasi di Tepi Barat dan Yerusalem Timur juga dilaporkan terus memburuk. PBB mencatat perluasan permukiman Israel, meningkatnya kekerasan pemukim, serta bentrokan yang menewaskan dan melukai warga Palestina maupun Israel.
Uni Eropa bahkan telah menjatuhkan sanksi terhadap pemukim ekstremis Israel dan sejumlah tokoh Hamas sebagai respons atas meningkatnya kekerasan di wilayah tersebut.
PBB kembali menegaskan dukungannya terhadap solusi dua negara sebagai jalan menuju perdamaian jangka panjang antara Palestina dan Israel. Organisasi internasional itu menyerukan langkah-langkah mendesak untuk menghentikan spiral kekerasan dan membuka kembali jalur politik menuju perdamaian yang berkelanjutan.
Artikel Terkait
PBB Peringatkan Situasi Gaza Semakin Genting, Serukan Implementasi Penuh Resolusi Dewan Keamanan
Happy Asmara dan Pikachu Kolaborasi di “Kopi Dangdut ver. Goyang HEPIKA”
“Man On The Trapeze” Hadirkan Nuansa Sirkus Surealis Penuh Badut Misterius dan Kritik Kehidupan
Oscar de la Renta Rayakan 60 Tahun Lewat Fashion Show Megah Pre-Fall 2026 di Ozama Fortress