Riyadh bergemuruh. Penantian panjang tujuh tahun akhirnya berakhir ketika Al Nassr resmi menjuarai Saudi Pro League 2026 usai menghancurkan Damac FC dengan skor meyakinkan 4-1 dalam laga penuh emosi dan tekanan.
Di malam yang disebut banyak fans sebagai “malam takdir”, sosok Cristiano Ronaldo kembali menjadi pusat perhatian. Sang megabintang Portugal mencetak dua gol penting dan memimpin Al Nassr menuju gelar liga yang telah lama mereka dambakan.
Atmosfer stadion sejak awal sudah terasa berbeda. Al Nassr datang dengan satu misi: menang atau melihat trofi direbut rival mereka. Tekanan begitu besar, terlebih setelah kegagalan dramatis pekan sebelumnya yang membuat mereka hanya tinggal beberapa detik dari gelar juara.
Meski demikian, tim asuhan Jorge Jesus tampil agresif sejak menit awal. Kombinasi Ronaldo, Sadio Mané, dan Kingsley Coman terus menekan pertahanan Damac yang bermain sangat defensif.
Gol pembuka akhirnya lahir lewat sundulan Mané memanfaatkan sepak pojok akurat Joao Felix. Stadion langsung meledak dalam euforia. Al Nassr unggul 1-0 dan mulai mencium aroma juara.
Tekanan terus berlanjut. Kingsley Coman kemudian mencetak gol spektakuler lewat tembakan kaki kiri dari luar kotak penalti yang menghujam sudut bawah gawang. Skor 2-0 membuat Riyadh mulai berpesta.
Damac sempat memperkecil ketertinggalan melalui penalti Silva setelah VAR menilai terjadi handball di kotak terlarang. Namun momentum malam itu memang milik Al Nassr.
Ketika pertandingan memasuki fase krusial, Ronaldo mengambil panggungnya sendiri.
Sebuah tendangan bebas khas CR7 meluncur deras ke gawang dan membawa Al Nassr unggul 3-1. Selebrasi “Siuuu” mengguncang stadion, sementara ribuan pendukung mulai percaya gelar juara benar-benar ada di depan mata.
Belum puas, Ronaldo kembali mencetak gol kedua setelah menerima umpan matang dari sisi kanan. Sontekan kerasnya memastikan kemenangan 4-1 sekaligus mengunci trofi liga untuk Al Nassr.
Tangisan haru Ronaldo setelah gol itu menjadi salah satu momen paling emosional musim ini. Di usia 41 tahun, sang legenda kembali membuktikan dirinya masih mampu menjadi pembeda di level tertinggi.
Musim ini Ronaldo menutup kompetisi dengan 27 gol liga dan akhirnya membawa Al Nassr mengakhiri puasa gelar domestik yang berlangsung tujuh tahun.
Peluit akhir disambut pesta besar-besaran. Pemain, staf, dan puluhan ribu suporter larut dalam selebrasi panjang di Riyadh. Ronaldo bahkan ikut menabuh drum bersama fans, menikmati malam yang selama ini ia kejar sejak datang ke Arab Saudi.
Bagi Al Nassr, ini bukan sekadar trofi. Ini adalah akhir dari penantian panjang penuh tekanan, kegagalan, dan kritik.
Dan bagi Cristiano Ronaldo, malam itu menjadi bukti bahwa sang nomor tujuh belum selesai menulis sejarah.
Artikel Terkait
PBB Peringatkan Situasi Gaza Semakin Genting, Serukan Implementasi Penuh Resolusi Dewan Keamanan
Happy Asmara dan Pikachu Kolaborasi di “Kopi Dangdut ver. Goyang HEPIKA”
“Man On The Trapeze” Hadirkan Nuansa Sirkus Surealis Penuh Badut Misterius dan Kritik Kehidupan
Oscar de la Renta Rayakan 60 Tahun Lewat Fashion Show Megah Pre-Fall 2026 di Ozama Fortress