Presiden Tiongkok Xi Jinping dikabarkan akan melakukan kunjungan penting ke North Korea dalam waktu dekat. Media Korea Selatan melaporkan kunjungan itu bisa terjadi paling cepat pekan depan atau awal Juni mendatang, sekaligus menjadi lawatan pertama Xi ke Pyongyang sejak 2019.
Kunjungan tersebut dinilai berpotensi menjadi salah satu langkah diplomatik paling berpengaruh di kawasan Asia Timur Laut tahun ini. Spekulasi semakin menguat karena agenda itu muncul tak lama setelah Xi menggelar pertemuan dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Laporan media Korea Selatan menyebut Xi Jinping kemungkinan mencoba membuka kembali jalur komunikasi antara Washington dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un. Langkah itu dinilai penting di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik serta persaingan pengaruh antara blok Barat dengan poros Beijing-Moskow-Pyongyang.
Sebelumnya, Donald Trump diketahui pernah menggelar tiga pertemuan tingkat tinggi dengan Kim Jong Un saat masa jabatan pertamanya. Trump bahkan baru-baru ini kembali menyatakan dirinya masih terbuka untuk melanjutkan dialog dengan Korea Utara dan mengklaim memiliki hubungan yang baik dengan Kim.
Di sisi lain, hubungan antara China dan North Korea juga terus menghangat setelah sempat mengalami penurunan selama pandemi COVID-19. Pertukaran pejabat tingkat tinggi mulai kembali berlangsung, jalur transportasi langsung dibuka lagi, dan koordinasi strategis kedua negara semakin diperkuat.
Analis menilai kemungkinan kunjungan Xi ke Pyongyang juga menjadi sinyal bahwa Beijing ingin tetap memegang peran sentral dalam setiap negosiasi masa depan terkait Semenanjung Korea. Terlebih, hubungan strategis antara Tiongkok, Rusia, dan Korea Utara kini semakin solid dalam menghadapi tekanan Barat yang mereka anggap sebagai upaya isolasi politik dan ekonomi.
Jika kunjungan tersebut benar-benar terealisasi, maka pertemuan antara Xi Jinping dan Kim Jong Undiperkirakan dapat membuka babak baru diplomasi kawasan sekaligus memengaruhi arah hubungan antara Amerika Serikat, Korea Utara, dan sekutu-sekutunya di Asia Pasifik.
Artikel Terkait
PBB Peringatkan Situasi Gaza Semakin Genting, Serukan Implementasi Penuh Resolusi Dewan Keamanan
Happy Asmara dan Pikachu Kolaborasi di “Kopi Dangdut ver. Goyang HEPIKA”
“Man On The Trapeze” Hadirkan Nuansa Sirkus Surealis Penuh Badut Misterius dan Kritik Kehidupan
Oscar de la Renta Rayakan 60 Tahun Lewat Fashion Show Megah Pre-Fall 2026 di Ozama Fortress