Air Mata Dua Lipa Tutup Radical Optimism Tour di Mexico City: “Ini Pencapaian Terbesar dalam Hidup Saya”

- Jum'at, 22/05/2026
Air Mata Dua Lipa Tutup Radical Optimism Tour di Mexico City: “Ini Pencapaian Terbesar dalam Hidup Saya”
Penyanyi pop dunia peraih Grammy, Dua Lipa,

MEXICO CITY — Penyanyi pop dunia peraih Grammy, Dua Lipa, resmi menutup rangkaian tur global Radical Optimism Tour lewat konser megah dan emosional di Mexico City. Penampilan terakhir itu menjadi penutup perjalanan panjang selama hampir dua tahun yang membawa sang superstar keliling berbagai belahan dunia.

Di hadapan puluhan ribu penggemar yang memadati stadion, Dua Lipa tampil penuh energi sekaligus emosional. Ia mengaku merasakan campuran perasaan bahagia, bangga, dan haru karena harus mengakhiri era tur terbesar dalam karier musiknya.

Tur Paling Berarti dalam Karier Dua Lipa

Sebelum naik ke atas panggung, pelantun Levitating itu sempat mengungkapkan emosinya menjelang konser penutup.

“Saya tidak bisa menurunkan semua adrenalin yang mengalir di tubuh saya saat ini, karena besok adalah pertunjukan terakhir dari Radical Optimism Tour. Setelah dua tahun, semuanya akan berakhir,” ujar Dua Lipa dengan mata berkaca-kaca.

Ia menyebut tur tersebut sebagai pencapaian terbesar yang pernah ia raih sepanjang perjalanan kariernya di industri musik internasional.

Bagi Dua Lipa, perjalanan tur dunia ini bukan hanya soal tampil bernyanyi dan menari di atas panggung, tetapi juga proses belajar memahami budaya baru dan berinteraksi langsung dengan penggemar di berbagai negara.

92 Konser dan Kru yang Menjadi Keluarga

Dalam pidato emosionalnya di atas panggung, Dua Lipa secara khusus berterima kasih kepada seluruh penari, band pengiring, hingga kru produksi yang telah menemaninya berpindah negara selama lebih dari satu setengah tahun.

“Kalau hitungan saya benar, malam ini adalah pertunjukan ke-92,” katanya yang langsung disambut riuh tepuk tangan penonton.

Ia mengaku kehidupan tur yang jauh dari rumah telah membentuk ikatan emosional yang kuat di antara seluruh tim.

Tur Radical Optimism sendiri membawa Dua Lipa tampil di Asia, Australia, Eropa, Inggris, Amerika Serikat, hingga Amerika Latin sebelum akhirnya ditutup di Mexico City.

Stadion Berubah Jadi Lautan Cahaya

Konser terakhir itu dipenuhi deretan lagu hits yang membuat atmosfer stadion terus membara sejak awal pertunjukan.

Lagu Physical dan Levitating sukses membuka malam dengan energi tinggi dan koreografi spektakuler yang membuat puluhan ribu penonton ikut bernyanyi bersama.

Sementara itu, Illusion dan Break My Heart menunjukkan kualitas vokal Dua Lipa yang stabil dengan kontrol panggung yang matang.

Momen paling emosional terjadi saat ia membawakan lagu Be The One. Sebelum bernyanyi, Dua Lipa mengenang bagaimana lagu tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya sejak awal karier.

Saat lagu itu dimainkan, sekitar 63 ribu penonton menyalakan lampu ponsel mereka secara serempak hingga stadion berubah menjadi lautan cahaya yang dramatis dan magis.

“Radical Optimism” Jadi Filosofi Hidup

Di akhir konser, Dua Lipa mengaku mulai merindukan kehidupan sederhana bersama keluarga dan teman-teman dekat setelah menjalani ritme tur stadion yang begitu padat selama dua tahun terakhir.

Meski begitu, ia juga menyadari akan ada rasa kosong setelah terbiasa hidup di tengah gemuruh konser dan perjalanan nonstop.

Radical optimism bagi saya adalah tentang memanfaatkan sebaik-baiknya setiap situasi yang ada. Membawa kegembiraan ke dalam ruangan dan melupakan semua masalah di luar selama dua jam,” tutupnya.

Dengan konser penutup yang penuh emosi di Mexico City, Dua Lipa resmi mengakhiri era Radical Optimism — sebuah perjalanan musik yang memperkuat posisinya sebagai salah satu ikon pop terbesar generasi saat ini.

Tags

Artikel Terkait

Terkini