Markas besar Perserikatan Bangsa-Bangsa kembali dipenuhi sorotan isu global dalam konferensi pers harian yang membahas eskalasi konflik di Gaza dan Lebanon, wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo, hingga perubahan iklim yang disebut tetap menjadi ancaman serius dunia.
Juru bicara Sekretaris Jenderal PBB, Stephane Dujarric, menegaskan bahwa Sekretaris Jenderal António Guterres menyambut adopsi resolusi Majelis Umum PBB yang menindaklanjuti opini penasihat Mahkamah Internasional terkait perubahan iklim.
Menurut Guterres, keputusan tersebut merupakan “penegasan kuat terhadap hukum internasional, keadilan iklim, dan tanggung jawab negara melindungi masyarakat dari risiko iklim yang terus meningkat.”
Ia juga kembali menegaskan bahwa bahan bakar fosil menjadi penyebab utama krisis iklim global dan mendesak transisi cepat menuju energi terbarukan.
“Jalan menuju keadilan iklim adalah transisi yang cepat, adil, dan setara dari bahan bakar fosil menuju energi terbarukan,” ujar Dujarric menyampaikan pesan Guterres.
PBB Kecam Israel Soal Kompleks UNRWA di Yerusalem Timur
Dalam kesempatan yang sama, PBB mengecam keras keputusan otoritas Israel membangun fasilitas militer di kompleks UNRWA di Sheikh Jarrah, Yerusalem Timur.
PBB menilai langkah tersebut melanggar status kawasan PBB dan bertentangan dengan hukum internasional.
“Israel tidak berhak menjalankan kekuasaan kedaulatan di wilayah Palestina yang diduduki,” tegas Dujarric.
PBB juga meminta pemerintah Israel segera mengembalikan kompleks tersebut kepada UNRWA.
Selain itu, PBB memperingatkan kondisi di wilayah Palestina semakin memburuk. Di Gaza, serangan udara Israel masih berlangsung hampir setiap hari, sementara krisis kemanusiaan terus membesar.
Data WHO menunjukkan hanya sedikit lebih dari separuh fasilitas kesehatan primer di Gaza yang masih berfungsi, sementara lebih dari 20 serangan terhadap layanan kesehatan tercatat sejak awal tahun.
PBB menyebut lebih dari 180 palet bantuan medis, vaksin, dan perlengkapan sanitasi berhasil masuk melalui perlintasan Kerem Shalom, namun jumlah itu dinilai belum cukup.
UNICEF juga mendistribusikan paket kebersihan kepada sekitar 116 ribu warga Gaza, di tengah krisis air bersih yang semakin parah.
Kekerasan Pemukim Israel di Tepi Barat Meningkat
PBB turut menyoroti lonjakan kekerasan pemukim Israel di Tepi Barat.
Dalam sepekan saja, tercatat sedikitnya 49 serangan yang menyebabkan korban jiwa maupun kerusakan rumah, lahan pertanian, kendaraan, hingga masjid.
Sepanjang tahun ini, lebih dari 870 serangan pemukim dilaporkan terjadi di lebih dari 220 komunitas Palestina.
Lebanon Masih Membara
Di Lebanon selatan, pasukan penjaga perdamaian UNIFIL melaporkan aktivitas militer intensif antara militer Israel dan kelompok Hezbollah.
PBB mencatat 276 insiden tembakan yang dikaitkan dengan militer Israel dan 65 lintasan proyektil yang berasal dari Hezbollah.
Otoritas Lebanon menyebut lebih dari 3.000 orang tewas sejak awal Maret, sementara lebih dari satu juta warga masih mengungsi.
PBB mengatakan bantuan tunai darurat telah menjangkau sekitar 618 ribu orang, namun pendanaan kemanusiaan untuk Lebanon masih jauh dari cukup.
Ebola Mengganas di Kongo
PBB juga memperingatkan penyebaran cepat wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo.
Provinsi Ituri menjadi pusat wabah, dengan penyebaran mulai mencapai kota-kota padat penduduk seperti Goma, Butembo, dan Katwa.
Pasukan penjaga perdamaian MONUSCO telah mengirim bantuan medis melalui jalur udara dari Nairobi dan Kinshasa ke Bunia.
PBB juga mengerahkan helikopter, ambulans, kendaraan lapis baja, hingga sepeda motor guna mendukung pelacakan kasus dan evakuasi medis.
Namun situasi dinilai semakin rumit karena wabah terjadi di tengah konflik bersenjata, pengungsian massal, dan keterbatasan akses kemanusiaan.
Sudan Hadapi Wabah Kolera, Mpox, dan Demam Berdarah
Di Sudan, PBB menyebut berbagai wabah penyakit mulai merebak di tengah perang yang masih berlangsung.
WHO melaporkan dugaan wabah kolera di West Kordofan dengan lebih dari 100 kasus dan puluhan kematian hanya dalam satu pekan.
Sementara itu, lebih dari 300 kasus dugaan mpox dilaporkan di Darfur, serta lonjakan demam berdarah dengue di wilayah utara Sudan.
Meski situasi keamanan memburuk, komunitas kemanusiaan disebut telah membantu lebih dari 1,6 juta orang di Sudan sepanjang empat bulan pertama tahun ini.
PBB Tegaskan Sikap Soal Perubahan Iklim
Dalam sesi tanya jawab, seorang jurnalis mempertanyakan apakah PBB akan “mengurangi retorika alarmis” soal perubahan iklim setelah sejumlah skenario terburuk IPCC dianggap tak lagi realistis.
Namun Dujarric menegaskan posisi PBB tidak berubah.
“Kami tetap percaya aktivitas manusia adalah pendorong utama perubahan iklim,” katanya.
Ia menambahkan bahwa António Guterres akan terus mendorong dunia meninggalkan energi fosil dan mempercepat penggunaan energi terbarukan.
Jepang Bayar Iuran PBB Lebih dari US$221 Juta
Di akhir konferensi pers, PBB mengumumkan Jepang telah membayar iuran sebesar 221,8 juta dolar AS kepada organisasi tersebut.
Pembayaran itu disebut sangat penting di tengah tantangan arus kas yang sedang dihadapi PBB.
“Banyak orang bergantung pada pembayaran itu,” ujar Dujarric sambil mengucapkan terima kasih dalam bahasa Jepang, “Arigato gozaimasu.”
Artikel Terkait
PBB Peringatkan Situasi Gaza Semakin Genting, Serukan Implementasi Penuh Resolusi Dewan Keamanan
Happy Asmara dan Pikachu Kolaborasi di “Kopi Dangdut ver. Goyang HEPIKA”
“Man On The Trapeze” Hadirkan Nuansa Sirkus Surealis Penuh Badut Misterius dan Kritik Kehidupan
Oscar de la Renta Rayakan 60 Tahun Lewat Fashion Show Megah Pre-Fall 2026 di Ozama Fortress