WASHINGTON D.C. – Presiden Amerika Serikat Donald Trump memamerkan perkembangan proyek pembangunan ballroom baru di kawasan Sayap Timur Gedung Putih yang diklaim memiliki sistem keamanan berstandar militer tinggi. Proyek tersebut disebut dirancang bukan hanya sebagai ruang pertemuan kenegaraan, tetapi juga fasilitas perlindungan strategis bagi pusat pemerintahan Amerika Serikat.
Dalam konferensi pers di Gedung Putih, Trump menjelaskan bangunan itu menggunakan material khusus, termasuk lapisan baja antipeluru dan kaca setebal sekitar 10 sentimeter yang diklaim tahan terhadap berbagai ancaman keamanan.
Trump juga menyebut bagian atap dirancang datar sepenuhnya tanpa penempatan unit pendingin udara di luar bangunan guna meminimalkan potensi sabotase. Sistem ventilasi, listrik, hingga lift disebut terintegrasi langsung ke area bawah tanah yang membentang hingga enam lantai.
“Bangunan ini dirancang dengan perlindungan maksimal, termasuk terhadap ancaman drone dan serangan udara,” ujar Trump saat mempresentasikan desain proyek tersebut.
Menurut Trump, area atap nantinya juga dapat difungsikan sebagai titik pengawasan udara dan mendukung sistem keamanan Washington D.C. secara menyeluruh.
Diklaim Tanpa Dana Pajak
Trump menegaskan proyek bernilai hampir USD 400 juta atau sekitar Rp6,3 triliun itu tidak menggunakan dana APBN Amerika Serikat. Ia menyebut pembiayaan berasal dari dana pribadi dan dukungan para donatur.
Meski demikian, proyek tersebut sempat memicu polemik hukum dan politik setelah muncul pandangan bahwa pembangunan fasilitas di kompleks Gedung Putih seharusnya menggunakan mekanisme anggaran negara dan pengawasan Kongres.
Trump menjelaskan anggaran federal yang diajukan ke Kongres hanya diperuntukkan bagi penguatan sistem keamanan di kawasan luar Gedung Putih, termasuk pembangunan pagar pengaman baru di perimeter kompleks kepresidenan.
Selain ballroom utama, fasilitas bawah tanah di proyek tersebut disebut akan difungsikan sebagai pusat operasional keamanan, ruang medis darurat, serta area koordinasi militer dan Secret Service.
Trump menargetkan proyek selesai dalam enam hingga tujuh bulan mendatang dan menyebut fasilitas itu akan menjadi warisan untuk pemerintahan Amerika Serikat berikutnya.
Singgung Iran hingga Harga Obat
Dalam sesi tanya jawab, Trump turut membahas sejumlah isu internasional dan domestik, termasuk ketegangan dengan Iran. Ia mengungkapkan Amerika Serikat sempat berada sangat dekat dengan keputusan serangan militer sebelum akhirnya memilih membuka ruang negosiasi diplomatik.
Trump juga menyinggung upaya pemerintahannya menekan harga energi dan obat-obatan. Ia mengklaim kebijakan yang dijalankan berhasil menurunkan harga sejumlah produk farmasi secara signifikan, meski klaim tersebut masih menjadi perdebatan di kalangan pengamat kesehatan dan oposisi politik.
Selain itu, Trump kembali melontarkan kritik terhadap pemerintahan sebelumnya terkait proyek infrastruktur dan pengelolaan fasilitas publik di Washington D.C., termasuk renovasi kawasan danau refleksi nasional yang menurutnya menelan biaya besar namun tidak efektif.
Di akhir konferensi pers, Trump menegaskan posisinya di Partai Republik tetap kuat menjelang dinamika politik menuju pemilu mendatang.
Artikel Terkait
Trio Saudari Akrobat Bikin Juri America’s Got Talent Terpukau, Impian Tampil di Las Vegas Jadi Sorotan
Mindy Kaling Buka Suara soal Hubungannya dengan B.J. Novak dan Rumor Ayah Anak-anaknya
Buick Model 18 2026 Disebut Hypercar Amerika Paling Gila, Tenaga 2.500 HP dan Harga Rp78 Miliar
Negeri Kastel dan Hutan Purba, Romania Tawarkan Wisata Fantasi hingga Kota Modern Berteknologi Tinggi