Narendra Modi mengirim sinyal kuat kepada dunia bisnis internasional saat menghadiri forum industri bergengsi di Gothenburg. Dalam pidato panjang penuh strategi ekonomi, Perdana Menteri India itu mengundang perusahaan-perusahaan raksasa Eropa untuk memperbesar investasi mereka di India, yang disebutnya sebagai “ekonomi besar dengan pertumbuhan tercepat di dunia.”
Pidato tersebut disampaikan dalam pertemuan European Round Table for Industry yang mempertemukan puluhan pemimpin perusahaan besar Eropa dari sektor teknologi, energi, manufaktur, kesehatan, hingga pertahanan.
Modi menegaskan bahwa hubungan India dan Eropa kini memasuki “titik balik baru” setelah tercapainya kesepakatan perdagangan bebas India-Uni Eropa. Ia bahkan menyebut kerja sama itu sebagai fondasi lahirnya era ekonomi baru antara Asia dan Eropa.
“India dan Eropa adalah mitra strategis untuk dunia yang seimbang, aman, dan berkelanjutan,” ujar Modi di hadapan para CEO dan pemimpin industri Eropa.
India Tawarkan Pasar Raksasa dan Reformasi Besar
Dalam pidatonya, Modi menyoroti kekuatan India yang kini memiliki lebih dari 1,4 miliar penduduk, kelas menengah yang terus berkembang, serta infrastruktur yang berkembang pesat.
Ia juga menekankan berbagai reformasi ekonomi besar yang dilakukan pemerintah India selama 12 tahun terakhir, mulai dari reformasi pajak, penyederhanaan regulasi bisnis, hingga perluasan investasi asing langsung.
Menurut Modi, India kini memiliki:
Ekosistem startup terbesar ketiga di dunia
Pertumbuhan pesat di sektor AI, fintech, drone, dan bioteknologi
Reformasi manufaktur lewat skema Production Linked Incentive (PLI)
Infrastruktur digital yang semakin kuat melalui program Digital India
“India hari ini memiliki talenta, skala, permintaan, stabilitas, dan kemauan besar untuk tumbuh,” kata Modi.
Bidik Teknologi, AI, Energi Hijau hingga Pertahanan
Dalam forum tersebut, Modi secara khusus mengajak sejumlah perusahaan besar Eropa memperluas kerja sama di berbagai sektor strategis.
Ia menyebut perusahaan seperti Ericsson, Nokia, ASML, SAP, hingga Volvo Group sebagai mitra penting dalam pengembangan India menuju pusat teknologi dan manufaktur global.
Modi juga membuka peluang investasi besar di sektor:
AI dan semikonduktor
5G hingga 6G
Energi hijau dan hidrogen
Kendaraan listrik
Infrastruktur dan logistik
Aerospace dan pertahanan
Kesehatan dan perangkat medis
Ia mengundang perusahaan seperti Shell plc, Airbus, AstraZeneca, dan Philips untuk memperbesar investasi di India.
Tantang CEO Eropa Buat Proyek Raksasa di India
Tidak hanya menawarkan peluang, Modi juga memberikan tantangan langsung kepada perusahaan-perusahaan Eropa agar membuat komitmen investasi baru dalam lima tahun ke depan.
Ia mengusulkan pembentukan proyek-proyek unggulan bersama India-Eropa yang akan dipantau secara khusus oleh pemerintah India agar berjalan cepat dan tepat waktu.
Selain itu, Modi mengusulkan pembentukan:
India-Europe CEO Round Table tahunan
Kelompok kerja sektor industri khusus
India Desk di European Round Table untuk mempermudah ekspansi perusahaan Eropa ke India
India Ingin Jadi Pusat Pertumbuhan Dunia Baru
Di akhir pidatonya, Modi menegaskan bahwa kemitraan India dan Eropa bukan sekadar hubungan dagang biasa, tetapi kerja sama berbasis demokrasi, inovasi, transparansi, dan keberlanjutan.
Menurutnya, di tengah ketidakpastian global, gangguan rantai pasok, hingga persaingan teknologi dunia, India dan Eropa dapat menjadi pilar stabilitas ekonomi global baru.
“Dari Gothenburg, babak baru kemitraan industri India dan Eropa dimulai,” tegas Modi disambut tepuk tangan para peserta forum.
Artikel Terkait
HeartGlass Curi Perhatian di Miami Swim Week, Perpaduan Tekstil Reflektif dan Nuansa Pastel Jadi Sorotan
Prabowo Resmikan Kedatangan Jet Tempur Rafale hingga Rudal Meteor, Tegaskan Indonesia Harus Perkuat Pertahanan Nasional
“Call Her Mommy!” Alex Cooper Umumkan Kehamilan Anak Pertama, Momen Romantis Bersama Matt Kaplan Bikin Fans Meleleh
ACROMATYX Tabrak Batas Gender Lewat Koleksi FE_MALE 009