• Jum'at, 15/05/2026

Wasia Project Umumkan Album Debut ‘Nocturne’, Single “Bleeding Gold” Jadi Ode Melankolis Tentang Masa Muda

- Jum'at, 15/05/2026
Wasia Project Umumkan Album Debut ‘Nocturne’, Single “Bleeding Gold” Jadi Ode Melankolis Tentang Masa Muda
Duo pop alternatif Wasia Project

 

Duo pop alternatif Wasia Project resmi membuka babak baru perjalanan musik mereka lewat perilisan single terbaru berjudul “Bleeding Gold”. Lagu yang dibawakan oleh kakak beradik Will Gao dan Olivia Hardy ini hadir sebagai refleksi emosional tentang nostalgia, pertumbuhan, dan proses melepaskan masa lalu.

Perilisan “Bleeding Gold” juga dibarengi dengan pengumuman album debut mereka, ‘Nocturne’, yang dijadwalkan rilis pada 18 September melalui AWAL Recordings. Album tersebut kini sudah tersedia untuk pre-save melalui halaman resmi Nocturne.

Sebagai bagian kedua dari semesta musikal ‘Nocturne’, “Bleeding Gold” menghadirkan perpaduan nuansa melankolis dan atmosfer neon malam yang khas. Lagu ini dibangun dari ide lama yang dikembangkan kembali dengan kombinasi improvisasi dan struktur komposisi yang lebih matang. Vokal lembut Olivia Hardy berpadu dengan hook antemik dan petikan gitar yang atmosferik, menciptakan pengalaman mendengarkan yang emosional namun tetap terasa ringan dan uplifting.

Dalam pernyataannya, Wasia Project menyebut lagu tersebut sebagai refleksi tentang hubungan manusia dengan masa lalu.

“‘Bleeding Gold’ adalah lagu tentang nostalgia, kembali ke akar diri sendiri, dan memahami bahwa meskipun kamu tidak bisa kembali menjadi dirimu yang dulu, masa lalumu akan selalu menjadi bagian dari siapa dirimu ke depan.”

Secara musikal, lagu ini melanjutkan arah eksplorasi yang sebelumnya diperkenalkan lewat single “2515”, yang disebut media i-D sebagai langkah Wasia Project menuju sesuatu yang lebih gelap dan konfrontatif.

Album ‘Nocturne’ sendiri akan berisi 12 lagu yang mengeksplorasi keresahan generasi muda pasca-pandemi. Melalui pendekatan sonik yang lebih gelap dan gritty, Wasia Project memadukan fondasi musik klasik dengan dance music bernuansa klub, cinematic piano-pop, modern soul, hingga atmospheric electronica. Hasilnya adalah lanskap suara yang terasa intim sekaligus sinematik.

Tema besar album ini banyak berbicara tentang isolasi, hubungan yang terfragmentasi, serta kehidupan generasi muda yang hidup di antara dunia digital dan nyata. Dengan pendekatan tersebut, ‘Nocturne’diposisikan sebagai karya yang personal namun tetap relevan secara kolektif.

Terbentuk sejak 2019, Wasia Project dikenal lewat identitas pop global yang dipengaruhi warisan British-Chinese serta latar pendidikan musik klasik mereka. Popularitas duo ini terus meningkat dengan raihan lebih dari 200 juta streams dan 20 juta views di YouTube.

Single comeback mereka “2515” juga membawa lonjakan besar di platform streaming. Pendengar bulanan mereka di Spotify meningkat lebih dari 35 persen, sementara visualiser lagu tersebut viral di TikTok dengan jutaan penayangan. Filipina dan Indonesia kini bahkan menjadi dua pasar streaming terbesar mereka di dunia.

Nama Wasia Project semakin dikenal luas setelah lagu “ur so pretty” muncul dalam serial hit Netflix Heartstopper, di mana Will Gao juga berperan sebagai Tao Xu. Lagu itu menjadi bagian penting dari EP debut mereka ‘how can I pretend?’ yang dirilis pada 2022.

Dalam beberapa tahun terakhir, mereka juga tampil di berbagai festival besar seperti Lollapalooza Germany dan All Points East, serta menjadi pembuka tur untuk Laufey di Amerika Serikat dan Tom Odelldi Eropa.

Dipuji media seperti British Vogue, The Guardian, NPR, hingga Rolling Stone UK, Wasia Project kini disebut sebagai salah satu nama paling menjanjikan dalam skena alternative pop generasi baru.

Melalui ‘Nocturne’, mereka tidak hanya merilis album debut, tetapi juga membangun perjalanan emosional tentang identitas, kesendirian, dan pencarian makna di tengah dunia yang terus berubah.

Tags

Artikel Terkait

Terkini