• Jum'at, 15/05/2026

Israel Peringati 59 Tahun Penyatuan Yerusalem, Netanyahu Tegaskan Kota Tetap di Bawah Kedaulatan Israel

- Jum'at, 15/05/2026
Israel Peringati 59 Tahun Penyatuan Yerusalem, Netanyahu Tegaskan Kota Tetap di Bawah Kedaulatan Israel
Perayaan Hari Yerusalem di Jerusalem

Perayaan Hari Yerusalem di Jerusalem berlangsung penuh simbol sejarah, pidato kenegaraan, dan penghormatan kepada para prajurit yang gugur dalam perang enam hari 1967. Acara nasional yang digelar di kawasan Ammunition Hill atau Givat HaTahmoshet itu dihadiri Presiden Israel Isaac Herzog, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, pejabat tinggi negara, veteran perang, hingga keluarga korban konflik.

Dalam pidatonya, Herzog menegaskan bahwa Yerusalem bukan sekadar simbol sejarah, melainkan kota hidup yang harus dijaga melalui persatuan, penghormatan antaragama, dan pembangunan masa depan bersama. Ia menyebut Yerusalem sebagai kota yang “hidup di dalam setiap warga Israel” dan menyerukan pentingnya menghormati seluruh komunitas yang tinggal di kota suci tersebut.

Herzog juga mengenang pertempuran sengit di Ammunition Hill pada Perang Enam Hari 1967 yang menjadi titik penting penyatuan Yerusalem. Ia memuji keberanian para tentara muda Israel yang bertempur demi membuka akses menuju Kota Tua Yerusalem dan Tembok Barat.

Sementara itu, Netanyahu dalam pidatonya menegaskan bahwa Yerusalem akan tetap bersatu di bawah kedaulatan Israel. Ia menyebut kemenangan Israel dalam perang 1967 sebagai momen bersejarah yang mengubah nasib bangsa Yahudi dan mengakhiri keterpisahan Yerusalem.

“Yerusalem akan tetap bersatu selamanya di bawah kedaulatan Israel,” tegas Netanyahu di hadapan ribuan peserta upacara.

Netanyahu juga mengaitkan perjuangan masa lalu dengan situasi keamanan Israel saat ini. Ia menyinggung operasi militer Israel melawan kelompok bersenjata di Gaza, Lebanon, dan ancaman Iran. Menurutnya, Israel berhasil menghadapi ancaman regional dan memperkuat posisinya di Timur Tengah melalui operasi keamanan serta kerja sama strategis dengan sekutu internasional, termasuk Donald Trump dan pemerintah Amerika Serikat.

Selain pidato kenegaraan, acara juga diisi pertunjukan musik dan pembacaan doa mengenang tentara Israel yang gugur. Lima obor penghormatan dinyalakan untuk mengenang pasukan yang terlibat dalam pembebasan dan penyatuan Yerusalem pada 1967, termasuk brigade pasukan terjun payung, angkatan udara, dan pasukan lapis baja.

Wali Kota Moshe Lion dalam sambutannya menyoroti perkembangan modern Yerusalem yang kini dipenuhi pembangunan infrastruktur, jalur kereta ringan, kawasan bisnis, dan proyek hunian baru. Ia menyebut Yerusalem sebagai kota dengan perpaduan sejarah kuno dan modernitas yang terus berkembang.

Acara ditutup dengan lagu kebangsaan Israel “Hatikvah” dan penghormatan kepada keluarga korban perang serta personel militer yang masih bertugas di berbagai wilayah konflik. Pemerintah Israel menegaskan bahwa peringatan Hari Yerusalem tahun ini menjadi simbol persatuan nasional sekaligus pengingat atas konflik dan perjuangan panjang yang masih berlangsung di kawasan tersebut.

Tags

Artikel Terkait

Terkini