• Jum'at, 15/05/2026

Ahmad Dhani dan Para Advokat Deklarasikan GEMAS, Siap Perangi Hoaks hingga ke Akar

- Jum'at, 15/05/2026
Ahmad Dhani dan Para Advokat Deklarasikan GEMAS, Siap Perangi Hoaks hingga ke Akar
GEMAS Siap Guncang Pelaku Hoaks, Advokat dan Tokoh Publik Bersatu Lawan Fitnah Digita

Gerakan Masyarakat Anti Hoaks (GEMAS) resmi dideklarasikan oleh sejumlah tokoh publik, musisi, dan advokat lintas organisasi profesi sebagai upaya melawan maraknya penyebaran berita bohong di era digital. Deklarasi tersebut dihadiri oleh Aldwin Rahardian, Ahmad Dhani, serta Ramdan Alamsyah yang menegaskan pentingnya gerakan nasional untuk menjaga stabilitas sosial dan kebangsaan dari ancaman hoaks.

Dalam keterangannya, Aldwin Rahardian menyebut bahwa penyebaran hoaks saat ini sudah sangat mengkhawatirkan dan harus dilawan secara masif. Ia menilai gerakan tersebut menjadi penting karena hoaks bukan hanya menyerang individu, tetapi juga dapat mengganggu stabilitas politik, keamanan, hingga persatuan bangsa.

“Ini harus menjadi gerakan yang masif di era digital. Hoaks hari ini bukan hanya menyerang personal, tapi bisa menggoyang stabilitas politik dan kehidupan berbangsa,” ujar Aldwin dalam deklarasi GEMAS.

Menurutnya, para advokat yang tergabung berasal dari berbagai organisasi profesi seperti PERADI dan KAI. Mereka sepakat bersatu dalam gerakan sosial untuk memberikan pendampingan hukum kepada masyarakat yang menjadi korban penyebaran berita bohong maupun fitnah digital.

GEMAS juga berencana membuka posko bantuan serta call center nasional yang dapat diakses masyarakat di seluruh Indonesia. Nantinya, laporan masyarakat terkait dugaan hoaks atau kejahatan siber akan ditindaklanjuti oleh tim advokat dan relawan hukum yang tergabung dalam gerakan tersebut.

Aldwin mencontohkan bagaimana teknologi digital saat ini dapat digunakan untuk memanipulasi foto maupun informasi sehingga menimbulkan fitnah yang merugikan seseorang. Ia menilai kondisi tersebut berbahaya apabila dibiarkan dan dinormalisasi di tengah masyarakat.

Sementara itu, Ahmad Dhani menegaskan bahwa gerakan antihoaks berlandaskan nilai-nilai Pancasila. Menurutnya, penyebaran berita bohong bertentangan dengan seluruh sila dalam Pancasila karena merusak etika, moral, dan persatuan bangsa.

“Kita ingin membentuk masyarakat Indonesia yang benar-benar Pancasilais. Negara yang Pancasilais adalah negara yang minim hoaks,” kata Ahmad Dhani.

Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak lagi permisif terhadap penyebaran informasi palsu. Dalam kesempatan tersebut, GEMAS turut memberikan peringatan keras kepada para pelaku penyebar hoaks agar menghentikan aktivitasnya karena gerakan tersebut mengaku memiliki jaringan dan kemampuan teknologi untuk membantu pelacakan pelaku kejahatan digital.

Selain fokus pada penanganan hukum, GEMAS juga akan bergerak di bidang edukasi masyarakat, khususnya bagi warga yang minim pemahaman hukum dan literasi digital. Pendampingan disebut hanya akan diberikan kepada korban yang mengajukan permintaan bantuan secara resmi.

Ramdan Alamsyah menambahkan bahwa gerakan tersebut tidak semata berbicara soal kriminalitas, tetapi juga menyangkut budaya bangsa Indonesia di masa depan. Ia berharap GEMAS dapat berkembang menjadi gerakan nasional yang hadir di setiap provinsi dan menjadi bagian dari upaya menjaga persatuan bangsa di tengah derasnya arus informasi digital.

Tags

Artikel Terkait

Terkini