Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) kembali menyampaikan peringatan keras terkait memburuknya situasi kemanusiaan di sejumlah wilayah konflik dunia, mulai dari Gaza, Lebanon, Sudan, hingga Ukraina, dalam konferensi pers terbaru yang digelar di Nairobi, Kenya.
Dalam pembukaan konferensi, Sekretaris Jenderal PBB menegaskan bahwa Afrika kini menjadi motor perubahan global. Saat menghadiri Africa Forward Summit bersama Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Presiden Kenya William Ruto, ia menyebut Afrika bukan lagi benua yang menunggu solusi, melainkan pencipta solusi dunia.
Namun, PBB juga menyoroti berbagai tantangan besar yang masih dihadapi Afrika, termasuk krisis iklim, biaya utang tinggi, hingga 600 juta warga yang belum memiliki akses listrik.
Drone dan Serangan Udara Picu Ketegangan di Lebanon
PBB mengungkap meningkatnya aktivitas drone di Lebanon selatan, terutama di sekitar posisi pasukan penjaga perdamaian UNIFIL. Dalam 24 jam terakhir, sejumlah drone terdeteksi melintas di dekat markas pasukan PBB.
Salah satu drone bersenjata bahkan dilaporkan meledak setelah melintasi wilayah Albiada Hill. PBB menyebut investigasi masih berlangsung, meski temuan awal mengindikasikan drone tersebut diproduksi Iran dan diduga terkait kelompok Hezbollah.
Selain itu, serangan udara di sejumlah desa Lebanon dilaporkan menghancurkan bangunan sipil dan fasilitas kesehatan. Sedikitnya dua tenaga medis tewas dalam serangan terpisah saat membantu korban perang.
PBB menegaskan bahwa tenaga kesehatan, ambulans, dan rumah sakit dilindungi hukum humaniter internasional dan tidak boleh menjadi target serangan.
Gaza Alami Krisis Kesehatan dan Trauma Berat
Situasi di Gaza juga menjadi perhatian utama. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan lebih dari 43 ribu warga mengalami cedera permanen akibat perang, termasuk amputasi, luka bakar berat, cedera otak traumatis, dan kerusakan tulang belakang.
WHO menyebut satu dari lima korban amputasi di Gaza adalah anak-anak. Sementara lebih dari 53 ribu korban membutuhkan rehabilitasi jangka panjang.
Tak hanya itu, layanan konseling psikologis meningkat drastis. PBB mencatat kasus ide bunuh diri naik hingga 90 persen antara Maret dan April 2026, disertai lonjakan kasus kekerasan berbasis gender serta gangguan kecemasan.
Ukraina Kembali Diguncang Serangan Usai Gencatan Senjata
Di Ukraina, situasi kembali memanas setelah berakhirnya gencatan senjata tiga hari. Serangan drone dan artileri kembali menghantam sejumlah wilayah, termasuk Donetsk dan Dnipro.
Otoritas Ukraina melaporkan sedikitnya empat warga sipil tewas dan 28 lainnya luka-luka dalam semalam. Infrastruktur energi, sekolah, dan jalur kereta api turut mengalami kerusakan.
Meski demikian, Program Pangan Dunia (WFP) menyebut hampir 160 ribu warga di wilayah garis depan telah menerima bantuan pangan selama April.
Sudan dan Tepi Barat Tak Lepas dari Sorotan
PBB juga mengkhawatirkan meningkatnya serangan drone terhadap warga sipil di Sudan. Serangan terbaru dilaporkan menewaskan warga yang tengah mengangkut bahan makanan di Darfur Utara.
Sementara di Tepi Barat Palestina, PBB menyoroti meningkatnya kekerasan pemukim Israel serta penghancuran permukiman warga Palestina. PBB menyebut lebih dari 45 komunitas Palestina telah terusir sejak 2023 akibat serangan dan pembatasan akses.
PBB Dorong Diplomasi dan Perlindungan Sipil
Dalam sesi tanya jawab, pejabat PBB menegaskan upaya diplomasi terus dilakukan, termasuk terkait pembebasan staf medis PBB yang ditahan di Somalia dan pembukaan jalur pengiriman bantuan melalui Selat Hormuz.
PBB kembali menyerukan seluruh pihak yang bertikai untuk mematuhi hukum humaniter internasional serta memastikan perlindungan terhadap warga sipil di tengah konflik global yang semakin kompleks.
Artikel Terkait
From Ashes to New Rilis “Reflections”, Album Paling Personal dan Eksplosif Mereka
“Man in the Mirror” Hadir dengan Nuansa Akustik Emosional dari Music Travel Love
Romantisme Flamenco dan Siluet Dramatis Warnai Koleksi Fashion Terbaru
“Karnaval SCTV” Kembali Guncang Jember, Hadirkan Deretan Bintang Sinetron dan Musisi Tanah Air