Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan pernyataan keras terkait konflik Iran dan situasi geopolitik global dalam sesi tanya jawab panjang bersama media menjelang lawatannya ke China.
Trump menegaskan bahwa pemerintahannya hanya akan menyetujui kesepakatan yang menguntungkan Amerika Serikat dan memastikan Iran tidak akan memiliki senjata nuklir.
“Kami akan menang dengan satu atau lain cara. Iran tidak akan memiliki senjata nuklir,” tegas Trump.
Dalam kesempatan itu, Trump mengklaim kekuatan militer Iran telah lumpuh total. Ia menyebut angkatan laut, angkatan udara, sistem radar, hingga pertahanan anti-udara Iran telah “hilang”.
Menurut Trump, fokus utamanya bukan pada dampak ekonomi jangka pendek, melainkan memastikan Iran tidak menjadi negara pemilik senjata nuklir.
“Hal terpenting sejauh ini adalah Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir,” katanya.
Trump juga menyampaikan optimismenya terhadap hubungan Amerika Serikat dengan Xi Jinpingmenjelang pertemuan besar kedua pemimpin negara. Ia menyebut hubungan keduanya sangat baik dan mengisyaratkan akan ada pembicaraan penting terkait perdagangan global serta situasi internasional.
“Saya dan Presiden Xi selalu memiliki hubungan yang fantastis. Kami akan mengadakan pertemuan yang hebat,” ujar Trump.
Meski demikian, Trump menegaskan dirinya tidak membutuhkan bantuan China untuk menghadapi Iran. Ia menyebut Iran telah kalah secara militer dan hanya memiliki dua pilihan: membuat kesepakatan atau menghadapi kehancuran lebih lanjut.
Selain isu Iran, Trump juga menyinggung harga minyak dunia dan inflasi Amerika Serikat. Ia memprediksi harga minyak akan turun drastis setelah konflik berakhir dan pasar saham Amerika akan kembali melonjak.
“Begitu perang ini selesai, harga minyak akan turun dan pasar saham akan meroket,” katanya.
Trump juga mengkritik pemerintahan sebelumnya di bawah Joe Biden terkait inflasi, sambil mengklaim kondisi ekonomi AS saat ini masih jauh lebih baik dibanding era Biden.
Dalam sesi yang sama, Trump menyinggung sejumlah isu internasional lain, termasuk Rusia-Ukraina, Venezuela, Kuba, NATO, hingga kebijakan energi Inggris. Ia bahkan menyarankan Inggris membuka eksplorasi minyak Laut Utara dan memperketat kebijakan imigrasi.
Terkait perang Rusia-Ukraina, Trump mengatakan konflik tersebut mulai mendekati penyelesaian dan mengklaim dirinya telah berhasil membantu menyelesaikan berbagai konflik internasional lainnya.
“Saya pikir perang Ukraina sudah sangat dekat menuju akhir,” ucapnya.
Trump juga mengaku siap melakukan apa pun yang diperlukan demi menjaga stabilitas energi global, termasuk kemungkinan terkait minyak Rusia jika situasi mengharuskannya.
Pernyataan-pernyataan Trump tersebut kembali menegaskan pendekatan keras pemerintahannya dalam kebijakan luar negeri, terutama terhadap Iran dan isu keamanan global.
Artikel Terkait
From Ashes to New Rilis “Reflections”, Album Paling Personal dan Eksplosif Mereka
“Man in the Mirror” Hadir dengan Nuansa Akustik Emosional dari Music Travel Love
Romantisme Flamenco dan Siluet Dramatis Warnai Koleksi Fashion Terbaru
“Karnaval SCTV” Kembali Guncang Jember, Hadirkan Deretan Bintang Sinetron dan Musisi Tanah Air