NEW YORK – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyampaikan serangkaian perkembangan krisis global dalam konferensi pers terbaru yang menyoroti memburuknya situasi kemanusiaan di berbagai wilayah dunia, mulai dari Lebanon, Gaza, Sudan, Haiti hingga ketegangan geopolitik internasional.
Juru bicara PBB menyebut Sekretaris Jenderal António Guterres saat ini tengah berada di Nairobi, Kenya, menghadiri peresmian kompleks kantor baru PBB yang disebut sebagai bangunan net-zero pertama milik PBB di Afrika dengan dukungan energi surya penuh.
Dalam pidatonya, Guterres menegaskan bahwa Afrika memainkan peran sentral dalam masa depan multilateralisme global. Ia juga kembali mendesak reformasi Dewan Keamanan PBB dan lembaga keuangan internasional karena negara-negara Afrika dinilai masih kurang terwakili dalam pengambilan keputusan dunia.
Situasi Lebanon Memburuk
PBB mengungkapkan situasi keamanan di Lebanon selatan terus memburuk meski gencatan senjata diumumkan pada April lalu. Dalam beberapa hari terakhir, UNIFIL mencatat lebih dari 1.296 proyektil yang dikaitkan dengan militer Israel dan 64 proyektil dari Hezbollah.
Selain itu, akses pasukan penjaga perdamaian PBB juga disebut beberapa kali dihambat. Tank dan buldoser militer Israel dilaporkan memblokir pergerakan pasukan UNIFIL di sejumlah wilayah sektor barat Lebanon.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat sedikitnya 158 serangan terhadap fasilitas kesehatan sejak eskalasi konflik dimulai pada Maret lalu. Serangan tersebut menyebabkan 108 orang tewas dan 249 lainnya terluka.
PBB juga mengungkap lebih dari 100 serangan terjadi hanya dalam 24 jam terakhir, sementara 87 orang dilaporkan tewas sepanjang akhir pekan.
Gaza Hadapi Krisis Air dan Sanitasi
Di Gaza, PBB memperingatkan ancaman kesehatan publik akibat banjir limbah mentah yang meluap ke kawasan permukiman setelah terjadinya gangguan listrik di fasilitas pompa air.
Kelangkaan oli pelumas untuk generator disebut memperparah kondisi, sementara fasilitas penting seperti sumur dan pabrik desalinasi kini berada di ambang kegagalan operasional.
PBB kembali menegaskan bahwa warga sipil dan fasilitas sipil harus selalu dilindungi di tengah konflik yang terus berlangsung.
Sudan Diguncang Serangan Drone
Kantor HAM PBB menyatakan penggunaan drone bersenjata di Sudan meningkat tajam dan menjadi penyebab utama korban sipil sepanjang 2026.
Menurut data PBB, sedikitnya 880 warga sipil tewas akibat serangan drone antara Januari hingga April 2026, atau lebih dari 80 persen total kematian sipil terkait konflik.
Komisioner HAM PBB Volker Türk mendesak penghentian transfer senjata dan drone tempur kepada pihak-pihak yang bertikai.
Situasi keamanan di Sudan juga memicu gelombang pengungsian baru, termasuk lebih dari 4.600 warga yang terpaksa meninggalkan rumah mereka di wilayah Blue Nile hanya dalam satu hari.
Haiti Darurat Kekerasan Seksual
PBB menyebut Haiti tengah menghadapi lonjakan mengkhawatirkan kasus kekerasan berbasis gender. Dalam tiga bulan pertama 2026 saja, hampir 2.000 kasus tercatat atau sekitar 21 kasus per hari.
Lebih dari 70 persen kasus melibatkan pemerkosaan, sebagian besar dilakukan oleh kelompok bersenjata. Mayoritas korban merupakan perempuan dan anak perempuan.
Namun, layanan bantuan disebut masih sangat kekurangan dana. Dari kebutuhan US$15 juta, baru sekitar US$1,2 juta yang berhasil dihimpun atau hanya 8 persen.
PBB memperingatkan minimnya pendanaan dapat menghambat akses korban terhadap layanan medis darurat, dukungan psikososial, hingga tempat perlindungan sementara.
PBB Sambut Dialog AS-China
Dalam sesi tanya jawab, PBB juga menanggapi rencana kunjungan Presiden Amerika Serikat Donald Trump ke China atas undangan Presiden Xi Jinping.
PBB menyatakan menyambut baik upaya dialog antara dua kekuatan ekonomi terbesar dunia tersebut dan berharap pertemuan itu dapat membantu stabilitas global di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik.
Selain itu, PBB kembali menyerukan gencatan senjata penuh dan berkelanjutan dalam konflik Rusia-Ukraina serta mendukung pertukaran tahanan yang tengah berlangsung antara kedua negara.
Artikel Terkait
Formula Offroad Iceland 2026 Dibuka di Hella, Mobil-Mobil Monster Taklukkan Sungai dan Tebing Ekstrem
The Icon Indonesia: Ahmad Dhani Bongkar Rahasia Nada Peserta, Gerald Diminta Naik Key Agar Suara Lebih “Nembus”
Shakira Rilis “DAI’ DAI’”, Anthem Resmi Piala Dunia FIFA 2026 yang Penuh Semangat Persatuan
Kapal Pesiar Raksasa “Icon of the Seas” Jadi Kota Terapung Paling Canggih di Dunia