PBB Soroti Krisis Kemanusiaan Global, Sekjen António Guterres Dijadwalkan Kunjungi Afrika

- Sabtu, 09/05/2026
 PBB Soroti Krisis Kemanusiaan Global, Sekjen António Guterres Dijadwalkan Kunjungi Afrika
Sekretaris Jenderal PBB António Guterres

Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York pada Jumat menyampaikan serangkaian perkembangan terkait krisis kemanusiaan dunia, mulai dari konflik di Lebanon, Gaza, Republik Demokratik Kongo, Haiti, hingga Sudan Selatan. Dalam konferensi pers harian, juru bicara PBB juga mengumumkan agenda kunjungan Sekretaris Jenderal PBB António Guterres ke sejumlah negara Afrika pekan depan.

Sekjen PBB dijadwalkan tiba di Nairobi, Kenya pada Minggu malam. Pada Senin, António Guterres akan bertemu Presiden Kenya William Ruto sebelum menghadiri peresmian kantor baru PBB dan peletakan batu pertama fasilitas konferensi baru di kantor PBB Nairobi.

Dalam kunjungannya, Guterres akan menegaskan pentingnya Nairobi sebagai satu-satunya markas besar PBB di Afrika. Ia juga dijadwalkan menghadiri Africa Forward Summit serta Konferensi Tahunan Uni Afrika dan PBB ke-10 di Addis Ababa, Ethiopia.

Lebanon dan Gaza Jadi Sorotan

PBB menyampaikan keprihatinan mendalam atas meningkatnya ketegangan di Lebanon selatan. Pasukan penjaga perdamaian UNIFIL melaporkan aktivitas militer intensif Israel, termasuk pergerakan kendaraan lapis baja, operasi rekayasa besar-besaran, serta aktivitas udara yang signifikan.

PBB juga mengungkap bahwa konvoi UNIFIL kembali sempat dihalangi oleh personel militer Israel di wilayah Al-Naqoura. Organisasi dunia itu menegaskan bahwa kebebasan bergerak pasukan penjaga perdamaian harus dihormati sepenuhnya.

Selain itu, otoritas kesehatan Lebanon melaporkan sedikitnya 12 orang tewas dan puluhan lainnya terluka dalam beberapa hari terakhir. PBB mengecam serangan terhadap ambulans di Majdal Zoun yang menyebabkan seorang paramedis tewas.

“Personel medis, fasilitas kesehatan, dan kendaraan medis harus dilindungi setiap saat sesuai hukum humaniter internasional,” tegas juru bicara PBB.

Sementara di Gaza Strip, badan-badan kemanusiaan PBB berhasil mengirim lebih dari 300 palet obat-obatan, perlengkapan medis, serta bantuan kesehatan reproduksi melalui perlintasan Kerem Shalom. Bantuan itu digunakan untuk mendukung layanan maternitas dan penanganan pasien darurat.

PBB juga melaporkan bahwa 93 persen bangunan sekolah di Gaza membutuhkan rehabilitasi besar atau rekonstruksi total akibat dampak perang.

Kekerasan Memburuk di Kongo dan Haiti

Di wilayah timur Democratic Republic of the Congo, PBB memperingatkan gelombang baru serangan mematikan terhadap warga sipil di provinsi Ituri dan North Kivu. Sedikitnya 34 warga sipil dilaporkan tewas dalam tiga hari terakhir akibat serangan kelompok bersenjata.

Sejak pertengahan Maret, lebih dari 130 warga sipil dilaporkan tewas dan sekitar 500 orang diculik di wilayah Mambasa. Kekerasan tersebut telah memaksa puluhan ribu warga mengungsi.

Sementara itu di Haiti, laporan terbaru PBB mencatat sedikitnya 1.642 orang tewas dan 745 lainnya terluka sepanjang tiga bulan pertama tahun ini akibat kekerasan geng bersenjata.

Kepala Kantor PBB di Haiti, Carlos Ruiz Massieu, menyebut situasi keamanan di negara itu “tidak tertahankan” bagi sebagian besar warga.

Kelompok kriminal disebut bertanggung jawab atas pembunuhan, penculikan, pemerasan, hingga kekerasan seksual, termasuk pemerkosaan massal.

Sudan Selatan Hadapi Ancaman Kelaparan

PBB juga menyatakan keprihatinan atas konflik di South Sudan yang memaksa sekitar 200 ribu orang meninggalkan rumah mereka. Lebih dari 100 ribu di antaranya mengungsi ke Ethiopia.

Rumah sakit di Akobo dilaporkan dijarah dan dirusak, menyebabkan layanan kesehatan penting terputus. Menurut laporan klasifikasi ketahanan pangan terbaru, ribuan orang di wilayah tersebut kini menghadapi tingkat kelaparan paling ekstrem.

PBB mendesak seluruh pihak yang bertikai untuk segera menghentikan serangan terhadap warga sipil dan memastikan akses bantuan kemanusiaan tetap terbuka.

PBB Soroti Ketegangan Iran-AS dan Embargo Kuba

Dalam sesi tanya jawab, PBB juga menanggapi meningkatnya ketegangan antara Iran dan United Statesdi Selat Hormuz. António Guterres menyerukan semua pihak untuk menahan diri dan mematuhi gencatan senjata demi mencegah eskalasi baru.

Selain itu, PBB kembali menyerukan penghormatan terhadap resolusi Majelis Umum terkait embargo ekonomi Amerika Serikat terhadap Cuba. Organisasi itu menyatakan terus berdiskusi dengan berbagai negara anggota guna membantu meringankan dampak kemanusiaan yang dialami Kuba.

Di akhir konferensi pers, PBB juga memperingati Hari Peringatan dan Rekonsiliasi bagi korban World War II, serta mengingatkan peringatan World Migratory Bird Day dan International Day of Argania yang jatuh akhir pekan ini.

Tags

Artikel Terkait

Terkini