Jakarta – Aktris Putri Ayudya membagikan pengalaman terbarunya dalam film horor bertema “Ain” yang diproduksi oleh MVP Pictures dan diproduseri Amrit Punjabi. Film ini mengangkat kisah nyata tentang fenomena penyakit ‘ain’, sebuah gangguan non-medis yang diyakini dalam ajaran Islam.
Ditemui usai prescreening di Epicentrum XXI, Rabu (29/4), Putri mengungkapkan bahwa film ini menjadi pengalaman baru sekaligus menantang baginya, baik dari sisi peran maupun pesan yang ingin disampaikan.
“Aku pribadi bahkan belum pernah dengar istilah ‘ain’ sebelum terlibat di film ini. Jadi ini proses belajar juga, bukan cuma akting, tapi memahami isu yang diangkat,” ujar Putri.
Peran dan Semangat Kolaborasi
Dalam film ini, Putri berperan sebagai Dini, teman sekolah karakter utama Joy ( Fergie Giovanna Brittany ) Ia juga mengambil tanggung jawab lebih besar di balik layar dengan terlibat dalam pengembangan talenta baru.
Putri menyebut proyek ini sebagai bentuk “give back” setelah lebih dari satu dekade berkarier di industri film. Ia sengaja menghadirkan wajah-wajah baru untuk memberi ruang bagi talenta muda.
“Kita ingin menunjukkan bahwa Indonesia punya banyak aktor berbakat yang siap masuk industri. Film ini semangatnya kolaboratif, seperti komunitas yang tumbuh bersama,” jelasnya.
Horor dengan Pendekatan Edukatif
Disutradarai oleh Archie Hekagery, di film ini mencoba menghadirkan warna baru dalam genre horor Indonesia dengan pendekatan edukatif.
Menurut Putri, horor Indonesia sudah sangat kaya, namun perlu terus dieksplorasi dengan sudut pandang berbeda.
“Film ini bukan cuma menakutkan, tapi juga menyampaikan informasi baru. Ada nilai edukasi di baliknya,” katanya.
Mengenal Penyakit ‘Ain’
Film ini mengangkat konsep ‘ain’, yang dikenal sebagai gangguan fisik atau psikis akibat pandangan iri, dengki, atau kekaguman berlebihan tanpa menyebut nama Tuhan.
Fenomena ini sering dikaitkan dengan:
Pandangan hasad (dengki)
Kekaguman tanpa doa seperti “Masya Allah”
Paparan berlebihan di media sosial yang memicu iri
Dalam kepercayaan tertentu, ‘ain’ diyakini dapat menyebabkan sakit serius hingga kematian, meski tidak termasuk dalam kategori medis.
Dampak Personal dan Kesadaran Digital
Selain pengalaman berakting, Putri juga mengaku film ini mengubah cara pandangnya terhadap media sosial. Ia kini lebih berhati-hati dalam membagikan konten.
“Pengetahuan itu bikin lebih tenang. Sekarang aku lebih mindful, karena ternyata banyak orang benar-benar memperhatikan apa yang kita posting,” ungkapnya.
Ia pun berharap platform digital yang dimilikinya bisa dimanfaatkan secara bijak dan memberi dampak positif.
Harapan untuk Industri Film
Film “Ain” diharapkan dapat memperkaya khazanah horor Indonesia sekaligus membuka ruang diskusi tentang fenomena yang jarang diangkat ke layar lebar.
“Semoga film ini bukan hanya menghibur, tapi juga memberi perspektif baru dan membuka ruang bagi talenta-talenta baru di industri,” tutup Putri.
Film ini menjadi salah satu langkah berani industri perfilman Indonesia dalam mengangkat tema sensitif dengan pendekatan segar dan kolaboratif.
Artikel Terkait
PBB Soroti Krisis Global: Dari Konflik Timur Tengah hingga Ancaman Ketahanan Pangan
Jolipoli Couture Tampil Memukau di Barcelona Bridal Fashion Week 2026, Gaun Pengantin Sarat Detail Jadi Sorotan
Serena Williams Terpukau, SUV Mewah Kustom Jadi Cerminan Kehidupan Pribadi
Film Horor “Ain” Tawarkan Konsep Tak Biasa, Siap Tembus Pasar Global