Momen penuh haru kembali menyelimuti hubungan ibu dan anak antara El Rumi dan Maia Estianty. Dalam sebuah ungkapan tulus, El Rumi menyampaikan rasa terima kasih sekaligus permohonan maaf kepada sang bunda atas perjalanan panjang yang telah dilalui bersama.
“Terima kasih untuk semua cinta, doa, dan pengorbanan yang Bunda berikan dari aku lahir sampai sekarang,” ungkap El Rumi dikutip dari IG SCTV.
Dengan penuh kejujuran, ia juga mengakui bahwa hubungan mereka tidak selalu berjalan mulus. “Aku tahu aku termasuk anak yang keras, sering berdebat, dan mungkin pernah menyakiti hati Bunda. Untuk itu aku minta maaf, baik yang disengaja maupun tidak,” ujarnya.
El Rumi turut mengungkapkan rasa syukur atas dukungan yang diberikan sang bunda, termasuk dalam pendidikan. “Bunda selalu support aku, bahkan menyarankan aku untuk kuliah. Itu jadi salah satu cara aku untuk membanggakan Bunda,” katanya.
Di momen penting tersebut, El secara khusus memohon izin, doa, dan restu untuk melangkah ke fase baru dalam hidupnya. “Hari ini aku mohon izin, doa, dan ridho Bunda, karena Insya Allah aku akan menikah dengan wanita pilihanku,” ucapnya.
Ia menegaskan bahwa restu seorang ibu menjadi kunci utama dalam hidupnya. “Tanpa ridho Bunda, mungkin akan sulit mendapatkan ridho Allah,” tambah El.
Tak hanya itu, ia juga meminta bimbingan agar bisa menjadi kepala keluarga yang baik. “Aku mohon dibimbing agar bisa menjadi suami yang bertanggung jawab dan menjaga keluarga dengan baik,” tuturnya.
Sebagai penutup, El Rumi memanjatkan doa tulus untuk sang bunda. “Ya Allah, bahagiakanlah Bundaku, ampuni segala khilafnya, dan selalu jaga dalam lindungan-Mu,” ucapnya haru.
Ungkapan ini semakin menegaskan kuatnya ikatan emosional antara anak dan ibu, sekaligus menjadi momen penting dalam perjalanan hidup El Rumi menuju babak baru sebagai kepala keluarga.
Artikel Terkait
Betrand Peto Rilis “Tak Searah”, Ballad Penuh Harapan Tentang Cinta yang Terhalang Perbedaan
Signal Super Spikers Tampil Perkasa, Pertandingan Sarat Reli Panjang dan Aksi Spektakuler
Detik-Detik Kepanikan di Jamuan WHCA: Penembakan Picu Evakuasi Presiden Donald Trump
Surga Kuliner Kashgar: Menyusuri Cita Rasa Otentik di Pasar Tradisional Xinjiang