Leonardo DRS menampilkan teknologi terbaru mereka dalam ajang Sea-Air-Space 2026, berupa Maritime Mission Equipment Package (MMEP), sebuah sistem canggih untuk menghadapi ancaman drone di laut, termasuk serangan dalam jumlah besar atau swarm.
Sistem ini dipamerkan terpasang pada kendaraan tanpa awak permukaan laut (unmanned surface vehicle/USV) bernama Storm Runner. Meski demikian, pihak perusahaan menegaskan bahwa MMEP dirancang fleksibel dan dapat dipasang pada berbagai platform maritim.
MMEP menggabungkan berbagai teknologi sensor dan sistem penindakan (effector) untuk mendeteksi, melacak, hingga melumpuhkan drone. Dalam konfigurasi saat ini, sistem mengandalkan pendekatan non-kinetik berupa GPS jammer untuk mengganggu navigasi drone musuh. Selain itu, terdapat sistem pemrosesan Sage Core yang mengintegrasikan data dari radar canggih RADA ACHR radar guna menciptakan gambaran situasi yang utuh di medan operasi.
“MMEP dirancang untuk menghadapi berbagai jenis drone, baik tunggal maupun dalam formasi swarm,” ujar perwakilan Leonardo DRS, Bo Manku, dalam sesi wawancara di lokasi pameran.
Dari sisi perangkat keras, sistem ini dilengkapi antena serangan elektronik di bagian depan kapal, radar hemisferis untuk deteksi, serta kamera elektro-optik/inframerah (EO/IR) dengan laser range finderuntuk identifikasi target. Seluruh komponen tersebut terintegrasi dalam satu sistem misi yang mampu bekerja secara otomatis.
Dalam operasinya, radar akan mendeteksi objek udara yang mendekat, kemudian sistem secara otomatis mengarahkan kamera untuk verifikasi visual. Setelah operator memastikan ancaman, sistem peperangan elektronik akan diaktifkan untuk melumpuhkan drone tersebut.
Leonardo DRS juga menambahkan unsur kecerdasan buatan (AI) dalam sistem ini guna mengurangi beban kerja operator, terutama dalam proses identifikasi target dan pengambilan keputusan.
Pengembangan sistem ini mempertimbangkan tantangan unik di laut, seperti pergerakan kapal, gangguan gelombang, korosi, hingga clutter atau gangguan radar dari lingkungan sekitar. Oleh karena itu, seluruh perangkat telah “dimarinisasi” agar tahan terhadap kondisi ekstrem di laut.
Saat ini, MMEP telah memasuki tahap uji coba di perairan terbuka dengan beberapa kali pengujian yang disebut melampaui ekspektasi. Leonardo DRS menyatakan akan melanjutkan serangkaian pengujian lanjutan sepanjang musim panas tahun ini, sebagai langkah menuju potensi operasional penuh di masa depan.
Kehadiran teknologi ini dinilai semakin relevan di tengah meningkatnya ancaman drone dalam konflik maritim global, termasuk di jalur strategis seperti Selat Hormuz.
Artikel Terkait
Konferensi Pers di Berlin: Seruan Keras Oposisi Iran Soroti Krisis Kemanusiaan dan Desak Dunia Bertindak
“Home” Michael Bublé: Lagu Rindu yang Tak Lekang oleh Waktu
Akon Hadirkan Getaran Global Lewat “Que Calor”, Lagu Musim Panas Penuh Energi
Leonardo DRS Pamerkan Sistem Anti-Drone Laut di Sea-Air-Space 2026