Forum Bisnis Korea–India resmi dibuka dengan penuh antusiasme, menandai babak baru dalam hubungan ekonomi kedua negara. Kehadiran Presiden Korea Selatan, Lee Jae-myung, bersama ratusan pelaku usaha dari kedua negara, menjadi simbol kuat komitmen memperdalam kemitraan strategis di tengah dinamika global.
Acara yang digelar dengan dukungan Federation of Indian Chambers of Commerce and Industry(FICCI) ini menghadirkan tokoh-tokoh penting, termasuk Ketua FICCI Anant Goenka dan Ketua Federation of Korean Industries, Ryu Jin. Dalam sambutannya, Goenka menegaskan bahwa kunjungan Presiden Korea membuka peluang besar untuk memperluas kerja sama industri, perdagangan, dan investasi.
“Lebih dari 600 perusahaan Korea telah beroperasi di India, berkontribusi dalam penciptaan lapangan kerja serta penguatan sektor manufaktur dan teknologi,” ujarnya.
Sementara itu, Ryu Jin menekankan pentingnya implementasi konkret dari kesepakatan yang telah dicapai. Dalam forum ini, tercatat 16 perusahaan dari kedua negara menandatangani sekitar 20 nota kesepahaman (MoU) di berbagai sektor strategis, termasuk rantai pasok, digital, kecerdasan buatan, hingga industri budaya.
Dari pihak pemerintah India, Menteri Perdagangan dan Industri Piyush Goyal menyampaikan optimisme tinggi terhadap masa depan hubungan bilateral. Ia menyebut India sebagai “oasis stabilitas” di tengah ketidakpastian global, dengan pertumbuhan ekonomi yang pesat dan lingkungan bisnis yang semakin ramah investor.
Goyal juga menyoroti target ambisius peningkatan volume perdagangan bilateral dari sekitar 27 miliar dolar AS menjadi 50 miliar dolar AS pada tahun 2030, sejalan dengan visi Perdana Menteri Narendra Modi.
Dalam pidato utamanya, Presiden Lee Jae-myung menegaskan bahwa India kini telah menjadi pusat baru ekonomi global dengan potensi pasar yang sangat besar. Ia mengusulkan tiga arah utama penguatan kerja sama: peningkatan investasi dan perdagangan, kolaborasi di sektor industri masa depan seperti semikonduktor dan energi bersih, serta penguatan pertukaran budaya antar masyarakat.
“Jika kekuatan teknologi Korea dipadukan dengan kapasitas sumber daya manusia dan digital India, maka kedua negara dapat menciptakan sinergi besar di panggung global,” ujar Lee.
Selain sektor industri, kerja sama budaya juga menjadi sorotan. Gelombang Hallyu seperti K-pop dan drama Korea semakin populer di India, sementara budaya India seperti Bollywood, yoga, dan kuliner juga semakin dikenal di Korea Selatan.
Forum ini ditutup dengan optimisme tinggi bahwa kemitraan Korea–India akan terus berkembang menjadi aliansi strategis yang tidak hanya kuat secara ekonomi, tetapi juga berakar pada hubungan budaya dan sejarah panjang kedua bangsa.
Artikel Terkait
Minola Sebayang Ungkap Kronologi Dugaan Penipuan Investasi yang Dialami Ruben Onsu
Minola Sebayang Ungkap Belum Ada Komunikasi antara Betrand Peto dan Sarwendah, Pertemuan Masih Ditunggu
Perjalanan Brutal Komodo Diangkat dalam Dokumenter Sinematik, Dari Telur hingga Predator Pulau
Kolaborasi Waralaba Ikonik Menggema, “Street Fighter” hingga “The Mandalorian” Ramaikan Tren Hiburan Global