• Selasa, 21/04/2026
Sidang Ammar Zoni akan kembali digelar pada Kamis, 23 April 2026, dengan agenda pembacaan putusan. Telah dibuka Grace Cafe dan Resto di Jalan Kemang X Jakarta Selatan Toko Obat Mutiara Sakti, ITC Permata Hijau Jakarta Selatan

Benjamin Netanyahu: Duka Mendalam dan Tekad Israel Hadapi Ancaman

- Selasa, 21/04/2026
Benjamin Netanyahu: Duka Mendalam dan Tekad Israel Hadapi Ancaman
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu,

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyampaikan pidato penuh emosi dalam peringatan nasional bagi para korban perang dan serangan teror. Dalam sambutannya, ia menyoroti duka mendalam yang dirasakan keluarga korban sekaligus menegaskan tekad Israel untuk terus bertahan di tengah ancaman yang disebutnya semakin nyata.

Netanyahu membuka pidatonya dengan mengenang para prajurit dan warga sipil yang gugur. Ia menggambarkan luka kehilangan sebagai “lebih dalam dari waktu,” menegaskan bahwa rasa rindu terhadap orang tercinta tidak pernah hilang. Ia juga mengaitkan perasaan itu dengan pengalaman pribadinya kehilangan sang kakak, Yonatan Netanyahu, yang tewas dalam operasi penyelamatan sandera di Entebbe puluhan tahun lalu.

Dalam bagian lain pidatonya, Netanyahu menceritakan kisah keluarga korban, termasuk perjalanan seorang ibu yang membawa tanah dari makam anaknya ke situs-situs Holocaust di Polandia. Kisah tersebut, menurutnya, menjadi simbol kesinambungan perjuangan bangsa Yahudi—dari masa kelam Holocaust hingga berdirinya negara Israel modern.

Netanyahu juga menegaskan bahwa keberadaan negara Israel saat ini menjadi perbedaan mendasar dibanding masa lalu ketika bangsa Yahudi tidak memiliki perlindungan. Ia menyebut bahwa ancaman terhadap Israel masih berlanjut, secara khusus menyinggung Iran sebagai pihak yang berupaya menghancurkan Israel, termasuk melalui program nuklirnya.

Ia mengklaim bahwa tindakan militer Israel telah menggagalkan rencana besar yang berpotensi membawa kehancuran, seraya membandingkan fasilitas nuklir Iran dengan kamp-kamp kematian pada era Holocaust seperti Auschwitz dan Treblinka.

Dalam pidatonya, Netanyahu juga menyinggung konflik yang masih berlangsung, termasuk perang multi-front yang menurutnya belum pernah terjadi sejak Perang Kemerdekaan Israel. Ia menyebut operasi militer Israel terus berlanjut sejak serangan besar pada 7 Oktober, dengan pasukan keamanan “memberikan pukulan demi pukulan” kepada musuh.

Ia menutup pidatonya dengan seruan persatuan nasional, menyatakan bahwa seluruh warga Israel—tanpa memandang latar belakang agama dan etnis—adalah satu keluarga. Netanyahu juga menyampaikan doa bagi para korban luka, serta apresiasi atas keteguhan mereka dalam menjalani pemulihan.

Pidato tersebut menjadi refleksi kuat atas situasi Israel saat ini: duka yang mendalam, ancaman yang terus membayangi, serta tekad untuk bertahan dan mempertahankan eksistensi negara di tengah konflik yang belum mereda.

Tags

Artikel Terkait

Terkini