Produsen otomotif asal Korea Selatan, Hyundai, resmi meluncurkan model terbaru mereka, Hyundai Ioniq 3, sebuah hatchback listrik kompak yang dirancang khusus untuk pasar Eropa. Mobil ini ditujukan bagi keluarga muda dan pengguna harian yang menginginkan kendaraan praktis dengan teknologi modern.
Ioniq 3 mengusung filosofi desain “Art of Steel” dengan tampilan depan rendah dan garis atap unik yang dioptimalkan untuk aerodinamika. Hasilnya, mobil ini mampu mencapai koefisien hambatan udara (drag coefficient) sebesar 0,263—salah satu yang terbaik di kelasnya.
Masuk ke interior, Hyundai menghadirkan konsep “furnished space” dengan lantai datar yang memberikan kesan kabin luas layaknya mobil di segmen lebih tinggi. Kapasitas bagasi mencapai 441 liter, termasuk fitur “mega box” tersembunyi untuk penyimpanan tambahan.
Dari sisi performa, Ioniq 3 dibangun di atas platform Electric Global Modular Platform dengan arsitektur 400 volt. Tersedia dua pilihan baterai: versi standar 42,2 kWh dengan jarak tempuh hingga 344 km, serta varian long range 61 kWh yang mampu menempuh hingga 496 km.
Keduanya menggunakan penggerak roda depan dengan tenaga maksimum 147 hp dan torsi 250 Nm. Untuk pengisian daya, teknologi fast charging DC memungkinkan baterai terisi dari 10% ke 80% dalam waktu sekitar 29 menit. Selain itu, tersedia opsi pengisian AC 22 kW untuk penggunaan di rumah maupun fasilitas publik.
Di sektor teknologi, Ioniq 3 menjadi model pertama di Eropa yang menggunakan sistem infotainment Pleos Connect berbasis Android Automotive OS, lengkap dengan layar hingga 14,6 inci dan integrasi fitur navigasi serta personalisasi kendaraan.
Fitur keselamatan juga menjadi prioritas melalui paket Hyundai SmartSense, yang mencakup Highway Driving Assist II, Remote Smart Parking Assist, serta Blind-Spot View Monitor.
Dirancang di Eropa dan diproduksi di pabrik Izmit, Turki, Ioniq 3 menjadi bagian penting dari strategi Hyundai untuk sepenuhnya menghadirkan lini kendaraan listrik di pasar Eropa pada tahun 2027.
Artikel Terkait
Minola Sebayang Ungkap Kronologi Dugaan Penipuan Investasi yang Dialami Ruben Onsu
Minola Sebayang Ungkap Belum Ada Komunikasi antara Betrand Peto dan Sarwendah, Pertemuan Masih Ditunggu
Perjalanan Brutal Komodo Diangkat dalam Dokumenter Sinematik, Dari Telur hingga Predator Pulau
Kolaborasi Waralaba Ikonik Menggema, “Street Fighter” hingga “The Mandalorian” Ramaikan Tren Hiburan Global