• Jum'at, 24/04/2026
Telah dibuka Grace Cafe dan Resto di Jalan Kemang X Jakarta Selatan Toko Obat Mutiara Sakti, ITC Permata Hijau Jakarta Selatan

Fujian Ungkap Kerugian dan Tekanan Mental dalam Kasus Dugaan Penipuan, Harap Keadilan Ditegakkan

- Senin, 20/04/2026
Fujian Ungkap Kerugian dan Tekanan Mental dalam Kasus Dugaan Penipuan, Harap Keadilan Ditegakkan
Fuji dan Pengacara Sandy Arifin

Fujian akhirnya angkat bicara terkait kasus yang telah bergulir selama berbulan-bulan. ia mengaku mulai merasa lega setelah melihat adanya perkembangan dalam proses hukum yang berjalan.

Fujian juga menyampaikan apresiasi kepada  kepolisian atas penanganan kasus yang dinilai semakin serius. Meski begitu, ia tetap berharap agar proses hukum dapat berjalan secara adil dan transparan.

Dalam keterangannya, Fujian menegaskan bahwa kerugian yang dialaminya tidak hanya sebatas materi. Ia mengaku mengalami tekanan mental yang cukup berat akibat kejadian tersebut.

“Bukan sekadar uang. Dampaknya ke mental juga besar sekali,” ungkapnya. Ditemui di Polres Jakarta Selatan pada Senin (20/4),

Ia menduga pelaku telah menyalahgunakan kepercayaan, terutama dalam pengelolaan kerja sama dengan berbagai pihak dan brand. Dana yang seharusnya digunakan secara profesional disebut dialihkan untuk kepentingan pribadi.

Permasalahan semakin kompleks ketika sejumlah data penting justru hilang. Fujian mengungkapkan bahwa percakapan WhatsApp, kontak, hingga dokumentasi kerja sama diduga telah dihapus, sehingga ia harus menelusuri ulang informasi secara manual.

“Saya harus hubungi satu per satu brand, cek siapa yang sudah bayar dan siapa yang belum. Karena semua data sudah dihapus,” jelasnya.

Selain itu, ia juga menyinggung adanya dugaan manipulasi internal di lingkungan kerja, di mana beberapa pihak disebut terpengaruh untuk menutupi tindakan pelaku. Hal ini membuat proses pengungkapan kasus menjadi semakin sulit.

Di tengah situasi tersebut, Fujian mengaku beruntung mendapat dukungan dari rekan dan tim lamanya yang membantu mengumpulkan kembali data serta mendampinginya selama proses berlangsung.

Kini, ia berharap aset atau dana yang masih tersisa dapat dikembalikan, meskipun tidak sepenuhnya yakin hal tersebut bisa terwujud. Ia juga mengimbau pihak-pihak yang mengetahui aliran dana untuk turut memberikan informasi.

Kasus ini menjadi pengingat penting akan perlunya transparansi dan kepercayaan dalam kerja sama profesional. Publik kini menanti kelanjutan proses hukum serta kejelasan penyelesaian perkara yang telah menimbulkan kerugian materiil dan tekanan psikologis bagi korban.

Tags

Artikel Terkait

Terkini