• Minggu, 19/04/2026
Sidang Ammar Zoni akan kembali digelar pada Kamis, 23 April 2026, dengan agenda pembacaan putusan. Telah dibuka Grace Cafe dan Resto di Jalan Kemang X Jakarta Selatan Toko Obat Mutiara Sakti, ITC Permata Hijau Jakarta Selatan

Manipur Memanas, Kelompok Perempuan Meira Paibi Serukan Shutdown 5 Hari

- Minggu, 19/04/2026
 Manipur Memanas, Kelompok Perempuan Meira Paibi Serukan Shutdown 5 Hari
Situasi keamanan di Manipur kembali memanas ( Republic World )

Situasi keamanan di Manipur kembali memanas setelah serangan bom mematikan di wilayah Thongloi memicu gelombang protes besar. Kelompok perempuan Meitei yang dikenal sebagai Meira Paibimengumumkan penutupan total (shutdown) selama lima hari di seluruh negara bagian, sebagai bentuk protes dan tekanan terhadap pemerintah.

Aksi shutdown ini mulai diberlakukan segera, dengan tenggat waktu hingga 25 April bagi aparat untuk menangkap seluruh pelaku yang terlibat dalam serangan bom tersebut. Insiden tragis itu menewaskan dua anak-anak dan melukai ibu mereka, memicu kemarahan publik luas.

Dalam pernyataannya, Meira Paibi bersama Joint Action Committee (JAC) menyampaikan sejumlah tuntutan tegas, di antaranya:

Penangkapan seluruh pelaku serangan bom tanpa pengecualian

Operasi militer terhadap kelompok militan Kuki yang diduga terlibat

Penggantian pasukan keamanan pusat dengan pasukan negara bagian di wilayah pinggiran

Diluncurkannya penyelidikan yudisial terhadap dugaan keterlibatan oknum aparat keamanan

Mereka juga menuding adanya kemungkinan kolusi antara unit keamanan tertentu dengan kelompok militan, sehingga mendesak investigasi independen untuk mengungkap fakta di balik insiden tersebut.

Sementara itu, penyelidikan kasus ini telah diserahkan kepada National Investigation Agency (NIA), yang kini mulai mengusut jaringan di balik serangan. Pemerintah setempat mengklaim telah menangkap beberapa tersangka yang diduga terkait dengan kelompok United Kuki National Army.

Namun, kondisi di lapangan masih sangat tegang. Aksi demonstrasi berlangsung siang dan malam, dengan aparat keamanan beberapa kali menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa. Bentrokan susulan bahkan dilaporkan terjadi di sejumlah distrik lain, termasuk Ukhrul, yang menewaskan dua orang, salah satunya mantan anggota militer.

Gubernur dan pejabat setempat telah berjanji akan mempercepat proses hukum, namun kelompok Meira Paibi memperingatkan bahwa aksi akan semakin meluas jika tuntutan mereka tidak dipenuhi sesuai batas waktu.

Hingga kini, Manipur berada dalam स्थिति genting, dengan potensi eskalasi konflik yang masih tinggi di berbagai wilayah.

Tags

Artikel Terkait

Terkini