Sidang Ammar Zoni akan kembali digelar pada Kamis, 23 April 2026, dengan agenda pembacaan putusan. Telah dibuka Grace Cafe dan Resto di Jalan Kemang X Jakarta Selatan Toko Obat Mutiara Sakti, ITC Permata Hijau Jakarta Selatan

Netanyahu Klaim “Prestasi Besar” di Front Utara, Tegaskan Target Pembubaran Hezbollah

- Jum'at, 17/04/2026
Netanyahu Klaim “Prestasi Besar” di Front Utara, Tegaskan Target Pembubaran Hezbollah
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyatakan bahwa operasi militer Israel di wilayah utara telah menghasilkan “pencapaian luar biasa” dengan berhasil menetralisir dua ancaman utama dari Lebanon, sekaligus membuka jalan menuju kemungkinan solusi diplomatik.

Dalam pernyataannya, Netanyahu menjelaskan bahwa sebelumnya Israel menghadapi dua jenis ancaman dari Lebanon: ancaman dekat berupa potensi infiltrasi ribuan militan ke wilayah Israel, dan ancaman jauh berupa ribuan roket serta rudal yang dibangun selama bertahun-tahun oleh Hezbollah.

“Dua ancaman ini telah kami hilangkan,” tegasnya.

Sabuk Keamanan Sepanjang Perbatasan

Netanyahu mengungkapkan bahwa untuk pertama kalinya, Israel telah membentuk sabuk keamanan panjang di sepanjang perbatasan utara, mulai dari Lebanon hingga wilayah Dataran Tinggi Golan. Zona ini disebut bertujuan mencegah infiltrasi dan serangan langsung ke permukiman Israel.

Pasukan Israel disebut masih ditempatkan di garis pertahanan untuk memastikan keamanan tetap terjaga, khususnya dari ancaman jarak dekat.

Klaim Hancurnya Kekuatan Militer Hezbollah

Dalam pidatonya, Netanyahu juga mengklaim bahwa sekitar 90 persen persenjataan roket dan rudal milik Hezbollah telah dihancurkan. Ia bahkan menyebut bahwa pemimpin kelompok tersebut, Hassan Nasrallah, telah dieliminasi dalam operasi militer.

Selain itu, ribuan anggota Hezbollah diklaim telah tewas, membuat organisasi tersebut kini “hanya bayangan dari kekuatan sebelumnya.”

Meski demikian, Netanyahu mengakui bahwa misi militer belum sepenuhnya selesai. Ia menyebut masih ada ancaman dari sisa roket dan penggunaan drone yang sedang menjadi fokus operasi berikutnya.

Menuju Solusi Diplomatik

Netanyahu menegaskan bahwa tujuan jangka panjang Israel adalah pembubaran total Hezbollah. Namun, ia mengakui bahwa hal tersebut tidak bisa dicapai dalam waktu singkat.

“Ini membutuhkan kesabaran, upaya berkelanjutan, dan strategi diplomatik yang cermat,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa atas permintaan Presiden AS, Donald Trump, Israel menyetujui gencatan senjata sementara di Lebanon untuk membuka peluang solusi politik dan militer bersama pemerintah Lebanon.

Dalam perkembangan yang disebut bersejarah, Netanyahu menyatakan bahwa untuk pertama kalinya dalam 43 tahun, perwakilan Israel melakukan dialog langsung dengan pihak Lebanon.

Jalan Panjang Menuju Perdamaian

Meski optimistis, Netanyahu mengingatkan bahwa jalan menuju perdamaian masih panjang. Ia menggambarkan strategi Israel sebagai kombinasi antara kekuatan militer dan upaya diplomasi.

“Satu tangan memegang senjata, tangan lainnya terbuka untuk perdamaian,” katanya.

Pernyataan ini menegaskan bahwa situasi di perbatasan utara Israel masih dalam fase transisi—antara operasi militer yang belum sepenuhnya selesai dan upaya diplomasi yang baru mulai dibangun.

Tags

Artikel Terkait

Terkini