Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan komitmennya untuk melindungi warga di wilayah utara di tengah eskalasi konflik dengan kelompok militan Hezbollah di Lebanon selatan.
Dalam pernyataannya, Netanyahu menyebut pasukan Israel terus menggencarkan serangan dengan fokus utama di kota Bint Jbeil, yang selama ini dikenal sebagai basis kuat Hezbollah. Ia menyatakan bahwa wilayah tersebut kini berada di ambang penguasaan oleh militer Israel.
“Pertempuran terpusat di Bint Jbeil, yang merupakan benteng utama Hezbollah. Kami berada di titik untuk mengalahkan kekuatan ini,” ujar Netanyahu.
Selain operasi militer, Netanyahu juga mengungkapkan bahwa ia telah memerintahkan Israel Defense Forces (IDF) untuk memperluas zona keamanan, termasuk ke arah timur menuju lereng Gunung Hermon. Langkah ini disebut sebagai upaya membantu komunitas Druze di kawasan tersebut.
Di tengah konflik, Israel juga tengah membuka jalur diplomasi dengan pemerintah Lebanon—negosiasi yang disebut Netanyahu sebagai yang pertama dalam lebih dari 40 tahun terakhir. Ia menegaskan dua tujuan utama dalam perundingan tersebut, yakni pelucutan senjata Hezbollah dan terciptanya perdamaian jangka panjang.
“Perdamaian hanya bisa dicapai melalui kekuatan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Netanyahu menyebut koordinasi erat dengan United States terkait perkembangan situasi di Iran. Kedua negara memiliki tujuan yang sama, termasuk penghentian program pengayaan nuklir Iran serta pembukaan jalur strategis pelayaran internasional.
Meski demikian, Netanyahu mengakui bahwa situasi masih sangat dinamis dan belum dapat dipastikan arah akhirnya. Ia menegaskan bahwa Israel telah bersiap menghadapi berbagai kemungkinan, termasuk jika konflik kembali meluas dalam waktu dekat.
Artikel Terkait
AS Kembangkan “Super Raptor”, Jet Tempur Siluman F-22 Ditingkatkan Hadapi Ancaman Baru
“Gudang Merica” Hadirkan Horor Komedi Segar, Dibintangi Ardhito Pramono hingga Zulfa Maharani
Pameran Robot Humanoid di Tokyo Tampilkan Solusi Krisis Tenaga Kerja, Teknologi China Mendominasi
Blokade Laut AS Tekan Iran, Negosiasi Memanas di Tengah Ketegangan Timur Tengah