Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt bersama Menteri Keuangan Scott Bessent dan Kepala Administrasi Usaha Kecil Kelly Loeffler menggelar konferensi pers yang menyoroti dampak kebijakan pajak pemerintahan Donald Trump serta perkembangan ekonomi dan geopolitik terbaru.
Dalam pemaparannya, Leavitt menyebut kebijakan pemotongan pajak untuk keluarga pekerja telah memberikan dampak signifikan bagi masyarakat Amerika. Lebih dari 53 juta wajib pajak dilaporkan memanfaatkan berbagai insentif baru, dengan rata-rata pengembalian pajak mencapai lebih dari 3.400 dolar AS.
“Ini adalah salah satu musim pajak paling sukses, dengan lebih banyak uang kembali ke tangan rakyat,” ujar Leavitt. Ia juga menegaskan bahwa kebijakan tersebut mencakup penghapusan pajak atas tip, lembur, serta keringanan bagi lansia dan pelaku usaha kecil.
Senada, Bessent menilai kebijakan ini memperkuat daya beli masyarakat sekaligus mendorong aktivitas ekonomi. Ia menyoroti bahwa sekitar 45% pelapor pajak telah memanfaatkan setidaknya satu dari program unggulan pemerintah, dengan insentif lembur menjadi yang paling populer.
“Kami melihat masyarakat kini terdorong untuk bekerja lebih produktif karena mereka bisa menyimpan lebih banyak penghasilan,” kata Bessent.
Sementara itu, Loeffler menekankan dampak positif bagi sektor usaha kecil yang disebut sebagai tulang punggung ekonomi Amerika. Menurutnya, sekitar 12 juta pelaku usaha kecil memperoleh penghematan pajak rata-rata 7.000 dolar AS, yang digunakan untuk ekspansi bisnis dan penciptaan lapangan kerja baru.
Di sisi agenda politik, Leavitt mengumumkan bahwa Presiden Trump akan melakukan kunjungan ke Las Vegas dan Phoenix untuk membahas kebijakan pajak serta menghadiri acara publik.
Selain isu domestik, konferensi pers juga menyinggung perkembangan global, termasuk negosiasi dengan Iran dan kebijakan energi. Pemerintah menyatakan optimistis harga bahan bakar akan kembali stabil, meski saat ini masih dipengaruhi ketegangan geopolitik dan distribusi minyak global.
Di akhir sesi, Gedung Putih juga mengumumkan rencana pembangunan “United States Triumphal Arch” setinggi 250 kaki di Washington DC sebagai bagian dari peringatan 250 tahun kemerdekaan Amerika Serikat.
Pemerintah menilai proyek tersebut akan menjadi simbol kebanggaan nasional dan warisan jangka panjang bagi generasi mendatang.
Artikel Terkait
AS Kembangkan “Super Raptor”, Jet Tempur Siluman F-22 Ditingkatkan Hadapi Ancaman Baru
“Gudang Merica” Hadirkan Horor Komedi Segar, Dibintangi Ardhito Pramono hingga Zulfa Maharani
Pameran Robot Humanoid di Tokyo Tampilkan Solusi Krisis Tenaga Kerja, Teknologi China Mendominasi
Blokade Laut AS Tekan Iran, Negosiasi Memanas di Tengah Ketegangan Timur Tengah